Dalam dunia pelayaran, sistem jangkar memegang peranan penting dalam menjaga posisi kapal saat berlabuh. Salah satu komponen utama dalam sistem ini adalah anchor windlass. Meski ukurannya relatif tidak sebesar mesin utama, kegagalan anchor windlass dapat berdampak serius terhadap keselamatan kapal, kru, dan lingkungan sekitar pelabuhan atau anchorage area.
Anchor windlass bukan sekadar alat penarik jangkar, tetapi sistem mekanis yang dirancang untuk bekerja di bawah beban berat dan kondisi lingkungan ekstrem. Oleh karena itu, pemahaman mengenai fungsi, jenis, serta prosedur perawatan anchor windlass menjadi aspek penting dalam manajemen teknis kapal.
Pengertian dan Fungsi Anchor Windlass
Anchor windlass adalah mesin mekanis yang digunakan untuk menurunkan (letting go) dan menaikkan (heaving up) jangkar kapal beserta rantainya. Sistem ini dirancang untuk mengontrol pergerakan jangkar secara aman, stabil, dan terukur, baik saat proses anchoring maupun saat kapal bersiap melanjutkan pelayaran.
Fungsi utama anchor windlass meliputi:
- Mengangkat dan menurunkan jangkar dengan aman
- Mengontrol kecepatan dan arah pergerakan rantai jangkar
- Menahan beban jangkar dan rantai saat kapal berlabuh
- Mendukung stabilitas kapal dalam kondisi arus dan angin tertentu
Dalam kondisi darurat, anchor windlass juga berperan penting dalam manuver keselamatan, misalnya saat kapal perlu segera menghentikan pergerakan atau menahan posisi.
Komponen Utama Anchor Windlass
Secara umum, anchor windlass terdiri dari beberapa komponen utama yang saling terintegrasi:
Wildcat (Gypsy Wheel)
Bagian berbentuk roda bergerigi yang berfungsi mencengkeram dan menarik rantai jangkar sesuai ukuran mata rantai.
Motor Penggerak
Dapat berupa motor listrik atau sistem hidrolik, tergantung desain dan spesifikasi kapal.
Gearbox
Berfungsi mengatur torsi dan kecepatan putaran agar sesuai dengan beban kerja.
Brake System
Digunakan untuk mengendalikan dan menghentikan pergerakan jangkar serta menahan beban saat jangkar sudah terpasang di dasar laut.
Clutch dan Control System
Mengatur mode operasi, baik manual maupun otomatis, serta memungkinkan pemisahan antara windlass dan sistem penahan rantai.
Setiap komponen ini harus bekerja secara presisi untuk menjamin keselamatan selama operasi anchoring.
Jenis-Jenis Anchor Windlass
Anchor windlass diklasifikasikan berdasarkan beberapa aspek, terutama orientasi dan sistem penggeraknya.
Berdasarkan Orientasi
Horizontal Windlass
Umumnya digunakan pada kapal berukuran besar karena memiliki konstruksi yang lebih kuat dan tahan terhadap beban tinggi. Komponen utama dipasang secara horizontal di atas deck.
Vertical Windlass
Banyak digunakan pada kapal kecil hingga menengah. Desainnya lebih ringkas karena sebagian komponen berada di bawah deck, sehingga menghemat ruang di atas geladak.
Berdasarkan Sistem Penggerak
Electric Anchor Windlass
Menggunakan motor listrik sebagai sumber tenaga. Sistem ini relatif mudah dalam perawatan dan banyak digunakan pada kapal niaga modern.
Hydraulic Anchor Windlass
Mengandalkan sistem hidrolik dengan daya besar dan stabil. Umumnya dipilih untuk kapal yang beroperasi dengan beban jangkar sangat berat, seperti tanker dan kapal offshore.
Pemilihan jenis anchor windlass harus disesuaikan dengan ukuran kapal, jenis operasi, dan regulasi klasifikasi yang berlaku.
Standar dan Regulasi Terkait Anchor Windlass
Penggunaan dan perawatan anchor windlass diatur oleh berbagai standar internasional. Beberapa di antaranya:
- SOLAS (Safety of Life at Sea), yang mengatur keselamatan sistem penahan kapal
- IACS Unified Requirements, terkait kekuatan dan desain peralatan anchoring
- ISO 4568 dan ISO 1704, yang mengatur spesifikasi teknis windlass dan anchor chain
- Ketentuan badan klasifikasi seperti BKI, DNV, ABS, dan Lloyd’s Register
Kepatuhan terhadap standar ini memastikan anchor windlass mampu bekerja sesuai desain dan aman dalam kondisi operasional nyata.
Prosedur Perawatan Anchor Windlass
Perawatan anchor windlass merupakan bagian penting dari preventive maintenance kapal. Tanpa perawatan rutin, risiko kegagalan mekanis akan meningkat secara signifikan.
Pemeriksaan Harian dan Berkala
Pemeriksaan visual dilakukan untuk mendeteksi retakan, keausan, atau kebocoran pada sistem hidrolik dan gearbox. Kondisi brake dan clutch juga harus dipastikan berfungsi normal.
Pelumasan dan Proteksi Korosi
Komponen bergerak seperti bearing, gear, dan shaft membutuhkan pelumasan sesuai rekomendasi pabrikan. Mengingat windlass terpapar air laut secara langsung, perlindungan terhadap korosi menjadi prioritas utama.
Pengujian Operasional
Windlass perlu diuji secara berkala dengan menaikkan dan menurunkan jangkar untuk memastikan motor, gearbox, dan sistem kontrol bekerja dengan baik.
Pemeriksaan Sistem Kelistrikan atau Hidrolik
Kabel, panel kontrol, serta tekanan sistem hidrolik harus diperiksa untuk mencegah kegagalan mendadak saat operasi.
Dokumentasi Perawatan
Seluruh aktivitas perawatan wajib dicatat dalam log maintenance sebagai bagian dari Planned Maintenance System (PMS) kapal.
Risiko Jika Perawatan Diabaikan
Anchor windlass yang tidak terawat dapat menyebabkan berbagai risiko serius, seperti:
- Jangkar tidak dapat dinaikkan atau diturunkan
- Kegagalan sistem pengereman yang berbahaya
- Kerusakan rantai jangkar
- Potensi kecelakaan kru di area forecastle
- Gangguan operasional saat sandar atau berlabuh
Kasus kegagalan windlass sering menjadi temuan utama dalam inspeksi Port State Control (PSC) karena berhubungan langsung dengan keselamatan kapal.
Anchor windlass adalah komponen vital yang berperan besar dalam keselamatan dan kelancaran operasi kapal. Pemahaman yang baik mengenai fungsi, jenis, serta prosedur perawatannya membantu mencegah kegagalan sistem yang dapat berdampak luas, baik secara teknis maupun operasional.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang layanan teknis maritim, PT Gastra Anugerah Sejahtera mendukung pemilik dan operator kapal dalam menjaga keandalan sistem anchoring melalui pendekatan perawatan yang tepat, terukur, dan sesuai standar industri—agar setiap kapal selalu siap beroperasi dengan aman dan efisien.


No comment