Gastra Admin

254885ee d688 4684 858d 7ceccf0e5b07 960x500

PT. Gastra Anugerah Sejahtera dan RINA Indonesia Jalin Kerja Sama Tingkatkan Standar Kualitas dan Keselamatan

Sebagai wujud komitmen terhadap peningkatan kualitas, keselamatan, dan kompetensi sumber daya manusia di sektor perkapalan dan industri teknik. PT. Gastra Anugerah Sejahtera menjalin kerja sama strategis dengan RINA Indonesia sebagai lembaga sertifikasi internasional yang memiliki reputasi global dalam bidang standar mutu dan keselamatan industri.

Pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 22 Oktober 2025. Hal ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi PT. Gastra Anugerah Sejahtera sebagai perusahaan yang berorientasi pada standar internasional. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan Welding Procedure Specification (WPS) yang terverifikasi secara profesional, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja pengelasan (welder) sesuai dengan kode dan standar global.

Dalam kerja sama ini. Kedua pihak sepakat untuk melaksanakan sejumlah agenda strategis. Di antaranya pengembangan dan verifikasi WPS sesuai standard code internasional. Sertifikasi welder oleh RINA Class untuk berbagai tingkatan kemampuan (2G, 3G, hingga 6G), penyelenggaraan program peningkatan kompetensi tenaga kerja secara berkelanjutan. Serta penguatan sistem compliance dan quality assurance.

Direktur PT. Gastra Anugerah Sejahtera menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah nyata perusahaan untuk memastikan seluruh proses operasional memenuhi standar keselamatan dan kualitas global.

“Kami percaya bahwa investasi terbesar perusahaan bukan hanya pada peralatan. Tetapi pada kualitas sumber daya manusia dan sistem yang mendukungnya. Melalui kemitraan dengan RINA Indonesia, kami ingin memastikan setiap hasil kerja memenuhi dan melampaui ekspektasi industri dunia,” ujar Dede Saputra sebagai Direktur Utama PT Gastra Anugerah Sejahtera

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa PT. Gastra Anugerah Sejahtera akan terus mendorong inovasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja sebagai bagian dari upaya membangun daya saing industri nasional yang berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan para mitra dan klien melalui penerapan sistem kerja yang berstandar internasional, dengan menjunjung tinggi keselamatan, integritas, dan profesionalisme,” tambahnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi pondasi kuat dalam memperkuat daya saing industri nasional sekaligus menegaskan posisi PT. Gastra Anugerah Sejahtera sebagai mitra profesional yang mengedepankan kualitas, keselamatan, dan integritas dalam setiap lini pekerjaan.

Tentang PT. Gastra Anugerah Sejahtera

PT. Gastra Anugerah Sejahtera merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri maritim dan teknik. Dengan fokus pada layanan perbaikan, perawatan, serta pengelasan kapal dan struktur lepas pantai. Berlandaskan nilai-nilai keselamatan, integritas, kualitas, dan kolaborasi, Gastra berkomitmen menghadirkan layanan terbaik sesuai standar internasional.

D3 teknik kelistrikan kapal 1200x500

Sistem Kelistrikan di Kapal: Sumber Daya, Distribusi, dan Keamanan Operasional

Di dalam dunia perkapalan, sistem kelistrikan adalah tulang punggung operasional kapal. Dari penerangan, navigasi, sistem propulsi hingga keselamatan. Tanpa kelistrikan yang andal dan terkelola dengan baik, kapal tidak hanya menghadapi risiko teknis tetapi juga keselamatan. Artikel ini membahas tiga aspek kunci: sumber daya listrik kapal, bagaimana listrik tersebut didistribusikan, dan bagaimana keamanan operasional dijamin melalui praktik & perlindungan yang tepat.

Sumber Daya Listrik di Kapal

Sumber daya listrik pada kapal biasanya dihasilkan oleh generator (alternator) yang digerakkan oleh mesin diesel atau sistem turbin sebagai prime mover. Beberapa poin penting:

  • Kapal besar umumnya mempunyai lebih dari satu generator utama agar redundancy tercapai. Sesuai regulasi internasional seperti International Maritime Organization (IMO).
  • Kapal juga dilengkapi generator darurat yang terpisah lokasinya dari ruang mesin utama untuk menjamin suplai listrik ke sistem kritikal saat terjadi kegagalan utama.
  • Ketika kapal bersandar, opsi shore power atau koneksi listrik dari darat juga tersedia. Hal itu untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi.

Analisa beban listrik kapal termasuk identifikasi semua beban (lighting, motor, HVAC, navigasi, propulsi) dan faktor diversitas digunakan untuk menentukan ukuran generator dan sistem pendukung lainnya.

Distribusi Listrik di Kapal

Setelah listrik dihasilkan oleh generator, langkah berikutnya adalah distribusi ke seluruh sistem kapal — dari switchboard utama hingga panel distribusi lokal. Struktur umum distribusi meliputi:

  • Main Bus Bar: Titik pusat distribusi listrik dari generator ke sistem kapal.
  • Switchboard Utama dan Darurat: Switchboard utama menerima arus dari generator; switchboard darurat menerima dari generator darurat atau sumber cadangan.
  • Transformasi & Konversi Tegangan: Banyak kapal menggunakan 440 V/3-ph untuk beban besar, 220 V/1-ph untuk beban ringan, dan 24 V DC untuk sistem kontrol dan navigasi.
  • Sistem Kabel dan Proteksi: Lingkungan laut memerlukan kabel dengan perlindungan khusus, sistem ground, proteksi arus lebih, proteksi hubung singkat dan isolasi korosi.
  • Redundansi dan Built-in Defence: Sistem distribusi dirancang agar saat bagian A gagal, bagian B bisa mengambil alih tanpa mengganggu fungsi kritis kapal.

Contoh skema umum: generator → main bus bar → transformer → panel distribusi → beban kapal; skema darurat: generator darurat → switchboard darurat → sistem keselamatan

Keamanan Operasional Sistem Listrik

Keamanan operasional sistem kelistrikan kapal sangat esensial, tidak hanya untuk menjaga operasional tetapi juga untuk keselamatan kru dan kapal. Beberapa aspek penting:

  • Redundansi & Pemisahan Lokasi: Generator darurat dan switchboard darurat harus berada terpisah dari ruang mesin utama untuk menghindari kerusakan bersamaan akibat kebakaran atau banjir.
  • Proteksi Hubung Singkat dan Arus Lebih: Sistem harus mendeteksi dan memutus arus yang melebihi batas sebelum menyebabkan kerusakan atau kebakaran.
  • Sistem Ground dan Korosi: Lingkungan laut mempercepat korosi dan memerlukan perlindungan ground yang tepat agar gangguan listrik atau sistem instrumentasi tidak terganggu.
  • Sistem Monitoring & Alarm: Pemeriksaan rutin pada baterai, isolasi kabel, tegangan bus, dan alarm sistem menjadi bagian dari pemeliharaan sistem.
  • Switch to Shore Power dan Sistem Darurat: Kapal yang berada di pelabuhan dapat beralih ke shore power. Tujuannya untuk mengurangi beban generator dan emisi. Tetapi harus dilakukan dengan aman agar alih sumber listrik tidak menimbulkan gangguan.

Praktik Pemeliharaan & Rekomendasi

Agar sistem kelistrikan kapal tetap handal, beberapa praktik pemeliharaan yang disarankan antara lain:

  • Jadwalkan inspeksi rutin untuk generator utama dan darurat, termasuk analisis oli, pendinginan, dan performa beban.
  • Uji sistem distribusi: cek panel switchboard, periksa pengunci, kondisi kabel, sambungan ground, dan isolasi.
  • Lakukan pengujian beban rendah dan beban penuh untuk memastikan generator dan sistem distribusi dapat menangani kondisi ekstrem.
  • Pastikan spare part kritikal seperti breaker, relay proteksi, sensor tegangan dan baterai darurat tersedia dan dalam kondisi baik.
  • Pelatihan kru listrik dan main engineer tentang prosedur alih sumber listrik dan protokol darurat. Penting untuk respons cepat bila terjadi kegagalan listrik.
  • Dokumentasi lengkap: histori servis, penggantian spare part, hasil pengujian dan laporan inspektur klasifikasi.

Manfaat Sistem Kelistrikan yang Andal

Sistem kelistrikan yang dirancang, didistribusikan dan dipelihara dengan baik akan menghasilkan beberapa manfaat:

  • Operasional kapal lebih stabil dan bebas downtime karena listrik adalah salah satu faktor kritis.
  • Kepatuhan terhadap regulasi keselamatan laut dan klasifikasi kapal, misalnya persyaratan untuk sistem darurat dan switchboard.
  • Keselamatan kru dan muatan terjaga karena sistem kelistrikan yang aman mengurangi risiko kebakaran, kegagalan sistem navigasi atau sistem darurat.
  • Efisiensi operasional meningkat, generator dapat berjalan di beban optimal dan sistem distribusi yang efisien mengurangi kerugian listrik.

Sistem kelistrikan kapal bukanlah sekedar instalasi listrik seperti di darat. Ia adalah sistem kompleks yang mengintegrasikan sumber daya, distribusi, proteksi, dan keamanan operasional secara holistik. Memahami cara kerja, komponen utama, dan praktik pemeliharaan adalah kunci agar kapal Anda tetap siap berlayar dengan aman dan efisien. Sebagai mitra servis kapal profesional. PT Gastra Anugerah Sejahtera (GASTRA) siap membantu Anda merancang, memelihara, dan mengoptimalisasi sistem kelistrikan kapal agar operasional armada Anda tetap unggul dan andal.

Kapal induk AS 1200x500

Rahasia USS Nimitz: Kapal Induk AS yang Hilang dari Radar Saat Lewat Laut Indonesia

Pada pertengahan Juni 2025, publik dunia dikejutkan oleh kisah menarik dari laut Indonesia. Kapal induk raksasa milik Amerika Serikat, USS Nimitz (CVN-68), tiba-tiba menghilang dari radar sipil. Tanpa peringatan, sistem pelacak otomatisnya — yang dikenal dengan transponder AIS (Automatic Identification System) — dimatikan saat kapal berlayar di antara perairan Indonesia dan Malaysia, menuju kawasan Timur Tengah.

Tindakan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Dalam dunia operasi maritim militer, “menyembunyikan diri” merupakan bagian dari strategi pertahanan tingkat tinggi. Kapal sebesar Nimitz, yang biasanya mudah terlacak dari ribuan mil jauhnya, mampu menjadi “bayangan sunyi di samudra” hanya dengan menonaktifkan satu sistem sinyal.

Pergerakan Senyap Menuju Teluk Persia

Berdasarkan data Marine Vessel Traffic, sinyal terakhir USS Nimitz terdeteksi pada 17 Juni 2025 pukul 09.03 WIB, melaju dengan kecepatan 19 knot di jalur 313 derajat. Tak lama setelah itu, kapal induk tersebut lenyap dari peta pelacakan publik.

Arah pelayaran dan kelompok tempurnya menunjukkan pergerakan ke Teluk Persia — kawasan yang kerap menjadi titik panas geopolitik dunia. Seorang pejabat pertahanan AS mengonfirmasi kepada RIA Novosti, bahwa Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth telah memerintahkan pemindahan USS Nimitz ke bawah komando CENTCOM, wilayah operasi militer yang meliputi Timur Tengah.

“Pemindahan ini bertujuan untuk memperkuat postur pertahanan AS dan melindungi personel militer Amerika yang berada di kawasan tersebut,” ujar pejabat Pentagon, dikutip dari Reuters.

Strategi Militer yang Didukung Teknologi

Langkah ini bukan hanya pergerakan taktis, melainkan juga pamer kemampuan teknologi maritim tingkat tinggi. USS Nimitz bukan sekadar kapal perang; ia adalah ekosistem kompleks dari sistem navigasi, komunikasi terenkripsi, dan sensor pertahanan yang memungkinkan kapal ini beroperasi mandiri bahkan dalam kondisi “invisible” terhadap pemantauan publik.

Dalam laporan Fox News, Amerika Serikat juga dilaporkan meningkatkan kehadiran udara di kawasan Timur Tengah, termasuk memperpanjang masa tugas jet tempur yang sudah ditempatkan sebelumnya. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa wilayah udara Iran kini dalam kendali pengawasan penuh — sebuah pernyataan yang menegaskan kesiapan teknologi dan strategi pertahanan mereka.

Pelajaran dari Laut: Teknologi dan Kemandirian Kapal

Kisah USS Nimitz ini memberi pelajaran penting bagi dunia maritim: bahwa kekuatan laut modern tidak lagi hanya diukur dari ukuran kapal atau jumlah persenjataan, tetapi dari kemampuan sistemnya untuk beradaptasi, bersembunyi, dan tetap terhubung tanpa terlihat.

Dalam konteks industri perkapalan sipil maupun pertahanan, inovasi seperti sistem komunikasi tertutup, radar berlapis, dan kontrol energi mandiri menjadi inspirasi bagi pengembangan kapal generasi baru — termasuk di kawasan Asia Tenggara.

Kapal Induk yang Tak Pernah Padam

Sebagai catatan, USS Nimitz (CVN-68) adalah kapal induk bertenaga nuklir pertama dari kelasnya. Panjangnya mencapai lebih dari 330 meter, mampu membawa lebih dari 60 pesawat tempur, dan dapat beroperasi selama 20 tahun tanpa mengisi bahan bakar ulang. Sejak diluncurkan tahun 1972, Nimitz telah menjadi simbol ketahanan, teknologi, dan dominasi laut Amerika Serikat.

Dalam dunia yang kian terhubung dan diawasi, kemampuan untuk “menghilang” justru menjadi bentuk tertinggi dari kecanggihan teknologi. Dari lautan Indonesia hingga Teluk Persia, kisah USS Nimitz bukan sekadar operasi militer — melainkan refleksi tentang bagaimana inovasi maritim mampu mengubah strategi global.

Spesifikasi Singkat USS Nimitz

  • Panjang: ±333 meter
  • Daya: Tenaga nuklir
  • Kapasitas: >60 pesawat tempur
  • Operasional: Sejak 1975
  • Daya jelajah: Hingga 20 tahun tanpa isi ulang bahan bakar

Sumber: Suryamalang.com (21 Juni 2025)
Referensi tambahan: Reuters, RIA Novosti, Fox News, dan Tribun Medan

Kapal vessel adalah 1200x500

Perbedaan Kapal Tanker, Bulk Carrier, dan General Cargo Ship

Dalam sektor logistik laut global, terdapat beberapa jenis kapal kargo yang mendominasi arus barang antara lain kapal tanker, bulk carrier, dan general cargo ship. Masing-masing memiliki karakteristik khas, peruntukan yang berbeda, serta tantangan operasional tersendiri. Memahami perbedaan inti antar tipe kapal ini sangat penting bagi pelaku industri perkapalan, galangan kapal, maupun manajemen armada.

Kapal Tanker: Spesialisasi Pengangkutan Barang Cair

Kapal tanker dirancang khusus untuk mengangkut barang cair dalam jumlah besa. Seperti minyak mentah (crude oil), produk minyak, gas cair (LNG/LPG), atau bahan kimia cair.

Beberapa poin utama tentang kapal tanker:

  • Tangki terbagi-bagi di dalam lambung kapal untuk memisahkan jenis cairan maupun untuk menjaga stabilitas kapal.
  • Struktur dan instalasi tambahan seperti sistem inert-gas, segregasi tangki, dan perlindungan terhadap tumpahan membuat kapal tanker memiliki regulasi kuat dan spesifikasi tinggi.
  • Karena muatannya cair dan berisiko, kapal tanker biasanya dilengkapi dengan sistem keselamatan yang lebih kompleks dan memerlukan prosedur bongkar muat khusus.

Singkatnya, bila Anda melihat kapal yang khusus membawa minyak, gas, atau cairan lainnya dalam tangki besar itu adalah tanker, bukan bulk carrier atau general cargo ship.

Bulk Carrier: Angkutan Massal Barang Padat Lepas

Bulk carrier (dry bulk carrier) adalah kapal yang dirancang untuk mengangkut barang padat tanpa kemasan, seperti batu bara, bijih besi, hasil pertanian (gandum, biji-bijian), atau material berat lepas lainnya. Karakteristik utamanya:

  • Ruang muat (hold) yang besar dan terbuka, tanpa banyak sekat seperti kontainer, memungkinkan pengisian dan pengosongan cepat via conveyor, grab crane atau pompa (untuk bentuk tertentu).
  • Biasanya tidak membawa barang kemasan atau unitized cargo, melainkan muatan masal (bulk) sehingga proses operasional berbeda dibanding general cargo.
  • Karena muatan berupa material padat banyak dan berat, desain kapal ini memperhatikan aspek distribusi beban dan stabilitas secara teliti.

Bulk carrier merupakan pilihan ideal untuk angkutan komoditi padat skala besar, berbeda dengan tanker (cairan) dan general cargo ship (kemasan/item-item berbeda).

General Cargo Ship: Fleksibilitas Untuk Barang Berkemasan

General cargo ship, atau kapal kargo umum, mengangkut barang berkemasan (unitized cargo) seperti palet, kotak, kayu‐balok, kendaraan, dan barang industri ringan hingga menengah.
Beberapa ciri khas:

  • Muatan dikemas dalam unit yang bisa dipindahkan secara manual atau dengan alat angkut, bukan langsung ditumpahkan ke hold seperti bulk carrier.
  • Kapal ini sering dilengkapi peralatan bongkar muat sendiri (geared) agar mampu melayani pelabuhan yang belum dilengkapi crane besar.
  • Karena fleksibilitasnya, general cargo ship banyak digunakan untuk rute yang lebih kecil, pelabuhan yang kurang besar infrastrukturnya, atau untuk muatan yang beragam.

Tabel Ringkas Perbandingan

Mengapa Pemahaman Ini Penting Bagi Industri Perkapalan Indonesia

Bagi pelaku industri perkapalan dan galangan kapal di Indonesia, memahami perbedaan antar tipe kapal adalah fundamental dalam beberapa hal:

  • Pemilihan desain dan konstruksi: Galangan harus tahu spesifikasi kapal tanker berbeda dengan bulk carrier atau general cargo ship agar produksi sesuai permintaan.
  • Servis, perawatan dan spare part: Kapal tanker punya sistem tangki dan pompa yang berbeda; bulk carrier fokus pada hold dan dek; general cargo ship pada crane kapal dan fleksibilitas muatan.
  • Keselamatan, regulasi dan operasional: Jenis muatan menentukan regulasi keselamatan (misalnya tanker harus mematuhi MARPOL, IMDG untuk kimia), sehingga manajemen armada harus tepat memilih tipe kapal sesuai kebutuhan.

Memahami perbedaan antara kapal tanker, bulk carrier dan general cargo ship bukan hanya soal definisi, melainkan juga soal strategi operasional, desain kapal, pemilihan layanan dan pemeliharaan yang tepat. Sebagai mitra servis dan maintenance kapal yang memahami keunikan tiap tipe kapal, PT Gastra Anugerah Sejahtera (GASTRA) siap mendukung armada Anda baik tanker, bulk carrier maupun general cargo ship, dengan layanan teknis yang tepat dan profesional.