Gastra Admin

Gambar WhatsApp 2025 08 15 pukul 15 42 10 24cb2581 scaled e1759232066909 1200x500

Hari Maritim Sedunia 2025, Gastra Tegaskan Peran di Industri Pelayaran

Tanggal 25 September 2025 merupakan momen penting bagi dunia maritim. Tahun ini, International Maritime Organization (IMO) mengangkat tema “Our Ocean, Our Obligation, Our Opportunity”. Tema tersebut mengingatkan betapa besar peran laut bagi kehidupan manusia, mulai dari sumber pangan, penyedia oksigen, hingga jalur utama perdagangan internasional.

Tak kurang dari 80 persen barang dunia dikirim melalui laut. Namun, laut juga tengah menghadapi tantangan berat: polusi plastik, pemanasan global, hingga eksploitasi berlebih. Situasi ini membuat peringatan Hari Maritim Sedunia terasa relevan, khususnya bagi Indonesia yang dikenal sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia.

Arah dan Peluang Industri Kemaritiman

Di tengah momentum itu, PT Gastra Anugerah Sejahtera (Gastra) melihat Hari Maritim Sedunia bukan sekadar seremoni internasional. Bagi perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran dan logistik ini, tema 2025 adalah pengingat sekaligus peluang.

Gastra meyakini kebutuhan terhadap layanan maritim yang efisien dan ramah lingkungan akan terus meningkat. Karena itu, perusahaan menyiapkan strategi untuk memperkuat layanan teknis, perawatan kapal, hingga pengadaan perlengkapan berstandar internasional. Langkah lain yang ditekankan adalah pemanfaatan teknologi rendah emisi, agar operasional tetap kompetitif sekaligus mendukung agenda pelayaran hijau.

Tak kalah penting, Gastra juga menaruh perhatian pada pembangunan sumber daya manusia. Melalui pelatihan dan kerja sama dengan lembaga pendidikan maupun mitra industri, Gastra ingin memastikan tenaga kerja maritim Indonesia bisa bersaing di tingkat global.

Hari Maritim Sedunia Sebagai Momentum Refleksi

Owner PT Gastra Anugerah Sejahtera, Dede Saputra, menilai Hari Maritim Sedunia 2025 sebagai momentum refleksi bagi seluruh pelaku industri.

“Bagi Gastra, laut bukan hanya jalur perdagangan, tapi juga warisan yang harus kita jaga. Momentum ini mengingatkan kita bahwa tanggung jawab dan peluang berjalan beriringan,” kata Dede.

Ia menyebut ada beberapa fokus Gastra ke depan: memperkuat layanan teknis berstandar internasional, mendorong transformasi digital dan efisiensi energi, serta mengembangkan SDM maritim melalui pelatihan dan sertifikasi.

“Harapan saya, Gastra bisa ikut membawa Indonesia tampil lebih kuat di kancah maritim dunia. Kami ingin tumbuh bersama ekosistem maritim nasional, tapi dengan cara yang tetap peduli pada keberlanjutan laut,” ujarnya.

637606b32aeab 1200x500

Hari Maritim Sedunia 2025: Laut Sebagai Sumber Kehidupan, Tanggung Jawab, dan Peluang Global

Hari Maritim Sedunia atau World Maritime Day 2025 kembali diperingati pada tanggal 25 September. Tahun ini, peringatan tersebut menekankan pentingnya laut tidak hanya sebagai sumber kehidupan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi global, penyedia lapangan kerja, serta harapan bagi jutaan masyarakat di seluruh dunia.

Tema Hari Maritim Sedunia 2025

Mengutip situs resmi PBB, tema yang diangkat pada tahun ini adalah “Our Ocean, Our Obligation, Our Opportunity”. Tema tersebut menyoroti betapa pentingnya laut dalam menopang kehidupan manusia dan keberlanjutan bumi. Laut menyediakan setengah oksigen yang kita hirup, menjadi sumber pangan bagi miliaran orang, mengatur iklim dunia, serta mendukung lebih dari 80 persen perdagangan global melalui jalur transportasi laut.

Selain itu, lautan juga merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati yang melimpah dan menjadi tumpuan pekerjaan, makanan, serta peluang ekonomi. Namun, lautan kini menghadapi tantangan serius, mulai dari polusi, eksploitasi berlebihan, hingga dampak nyata dari perubahan iklim. Melindungi lautan bukan hanya tugas satu negara, melainkan tanggung jawab bersama seluruh umat manusia.

Dalam konteks ini, industri pelayaran berperan sentral. Sebagai sektor terbesar yang beroperasi di ruang laut, pelayaran tidak hanya memfasilitasi perdagangan global, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya perlindungan laut. Industri ini turut bersinergi dengan sektor lain seperti pariwisata, perikanan, hingga riset kelautan untuk memastikan pengelolaan laut yang berkelanjutan.

Tema 2025 juga berkaitan erat dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, terutama SDG 14: Kehidupan di Bawah Air yang menekankan pentingnya konservasi dan pemanfaatan sumber daya laut secara bijak. Tak hanya itu, isu kelautan juga berkaitan dengan SDG 13 (Aksi Iklim), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Rangkaian kegiatan peringatan Hari Maritim Sedunia 2025 rencananya akan berlangsung di Uni Emirat Arab (UEA) sebagai tuan rumah.

Latar Belakang Hari Maritim Sedunia

Industri pelayaran internasional menjadi tulang punggung perdagangan dunia, dengan lebih dari 80 persen distribusi barang global dilakukan melalui jalur laut. Pelayaran dipandang sebagai metode transportasi yang paling efisien dan hemat biaya, sekaligus menjadi penghubung vital antarnegara dan komunitas di seluruh dunia.

Lebih jauh, dunia sangat bergantung pada sistem pelayaran internasional yang aman, andal, dan berkelanjutan. Sektor ini dianggap sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi hijau global di masa depan. Karena itu, Organisasi Maritim Internasional (IMO) menegaskan prioritasnya pada pembangunan maritim yang berkelanjutan.

Fokus utama IMO mencakup efisiensi energi, pemanfaatan teknologi baru, inovasi, pendidikan dan pelatihan maritim, keamanan laut, manajemen lalu lintas maritim, hingga pembangunan infrastruktur. Dengan pengembangan standar global di berbagai aspek tersebut, IMO berkomitmen menyediakan kerangka kelembagaan yang diperlukan untuk menciptakan sistem transportasi laut hijau dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

W6z5da0tltim00u 1 1200x500

Hari Maritim Sedunia, SPM Purwokerto Siap Hasilkan Perwira Unggul

Peringatan Hari Maritim Internasional yang jatuh setiap 25 September menjadi pengingat penting bagi dunia kelautan untuk terus meningkatkan mutu dan kualitasnya. Menyambut momentum tersebut, Sekolah Pelayaran Nasional atau Sekolah Pelayaran Maritim (SPM) Purwokerto, sebagai satu-satunya sekolah pelayaran di Banyumas, menegaskan komitmennya melahirkan generasi pelaut terbaik di masa mendatang.

Saat ini, SPM menaungi lebih dari 500 siswa dengan dua jurusan utama, yakni Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga. Keberadaannya pun telah mendapat pengakuan internasional melalui Kementerian Perhubungan Laut yang bekerja sama dengan organisasi maritim dunia. Kepala Sekolah SPM, Ninik Setyani, menyampaikan visi besar yang tengah diusung lembaganya.

“Karena sekolah SMK Pelayaran Nasional Purwokerto itu adalah sekolah standar internasional, jadi kami di bawah IMO atau International Maritime Organization (IMO) yang disahkan oleh Kementerian Perhubungan Laut (KPL). Jadi memang kami untuk visinya adalah mewujudkan perwira pelaut yang handal dan berkarakter yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional,” jelas Ninik kepada RRI pada Kamis (25/9/2025).

Pengembangan Teknis, Hingga Kemampuan Bahasa Inggris

Ia menegaskan bahwa target tersebut diharapkan tercapai pada tahun 2026. Untuk mendukung pencapaiannya, sekolah melakukan berbagai langkah strategis, seperti menyesuaikan kurikulum dengan silabus IMO, menghadirkan praktisi industri sebagai pengajar, hingga menerapkan metode Project Based Learning (PBL) dengan praktik langsung di kapal.

Tidak berhenti di situ, peningkatan kemampuan bahasa Inggris juga menjadi fokus utama. “Kalau untuk program ke arah internasional 2026, ini yang kita programkan adalah ada pengembangan dan penekanan untuk Bahasa Inggris, jadi yang kita lakukan adalah pengiriman anak-anak atau taruna ini ke Kampung Inggris Pare, di Kediri, itu sudah kita lakukan dan disana memang untuk bahasa Inggrisnya itu full untuk Bahasa Inggris maritim,” tambah Ninik.

Dengan langkah tersebut, Ninik optimis SPM mampu mencetak perwira pelaut yang unggul dan berdaya saing tinggi. “Karena kami sebagai bidang pendidikan maka kami berharap sebagian murid ini semoga bisa menjadi perwira pelaut handal yang nantinya bisa mengisi kekosongan-kekosongan dari dunia maritim di Indonesia,” lanjutnya.

Harapan serupa juga datang dari tiga siswa SPM, Laudia Sinta, Moza Apriliani, dan Dodi Prasetyo, yang berhasil lolos seleksi percepatan kerja praktek. “Harapan buat dunia kelautan untuk kedepannya semakin maju, semakin banyak orang-orang yang terjun juga di dunia kelautan. Yang penting semakin maju, semakin baik perekonomian semacam itu. Mudah-mudahan semakin maju dan banyak yang berkarya di dunia kelautan,” ungkap mereka.

Momentum Hari Maritim Internasional kali ini menjadi pijakan baru bagi SMK Pelayaran Nasional Purwokerto untuk mengukuhkan perannya mencetak pelaut profesional, sekaligus membuka asa bagi masa depan maritim Indonesia yang lebih gemilang.

Sumber : rri.co.id

Genset 1200x500

Keandalan Energi di Laut: Pentingnya Generator Kapal dalam Operasional Maritim

Generator kapal adalah jantung energi maritim. Kenali peran pentingnya dalam menjaga operasional pelayaran tetap handal.

Tantangan Energi di Laut

Industri perkapalan modern menghadapi tantangan besar terkait kebutuhan energi yang stabil. Kapal niaga, kapal tanker, hingga kapal penumpang membutuhkan sumber daya listrik yang andal untuk mengoperasikan navigasi, sistem komunikasi, hingga fasilitas dasar di kapal. Menurut International Maritime Organization (IMO), ketersediaan energi cadangan di kapal merupakan faktor krusial untuk menjamin keselamatan pelayaran dan mencegah terjadinya insiden darurat di tengah laut.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan banyak kapal masih bergantung pada sistem energi lama dengan risiko downtime tinggi. Ketidakstabilan listrik bukan hanya menunda perjalanan, tapi juga bisa berdampak pada kerugian finansial yang signifikan. Di sinilah peran generator kapal hadir sebagai solusi strategis dalam industri maritim.

Peran Generator dalam Industri Maritim :

1. Sumber Energi Utama dan Cadangan

Generator bukan hanya sekadar alat bantu, tetapi menjadi jantung utama kelistrikan kapal. Generator mendukung sistem propulsi, pompa, radar, hingga sistem pendingin. IMO mewajibkan kapal internasional memiliki generator cadangan untuk memastikan ketersediaan energi dalam kondisi darurat

2. Mendukung Efisiensi Operasional

Penelitian Journal of Marine Science and Engineering (Lee et al., 2021) menunjukkan bahwa kapal dengan generator modern mampu mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 15% berkat teknologi efisiensi tinggi. Efisiensi ini bukan hanya mengurangi biaya operasional, tetapi juga mendukung target pengurangan emisi global yang dicanangkan oleh IMO 2050.

3. Adaptasi pada Tren Energi Ramah Lingkungan

Industri perkapalan kini bergerak menuju penggunaan hybrid power system yang menggabungkan generator diesel dengan energi alternatif seperti LNG atau baterai listrik. Laporan DNV GL Energy Transition Outlook (2023) menyebutkan bahwa 30% kapal baru di Asia Pasifik sudah menggunakan sistem generator hybrid untuk mengurangi emisi karbon.

Risiko Kapal Tanpa Generator Andal

Tanpa generator yang memadai, kapal menghadapi beberapa risiko besar:

  • Downtime operasional: berhentinya aktivitas utama kapal akibat kegagalan energi.
  • Gangguan keselamatan: sistem navigasi dan komunikasi bisa lumpuh, meningkatkan risiko kecelakaan.
  • Kerugian finansial: keterlambatan distribusi barang bisa memicu kerugian hingga jutaan dolar per hari

Artinya, investasi pada generator kapal yang handal bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan wajib bagi industri perkapalan modern.

Solusi dari Industri: Pengadaan & Pemeliharaan Generator

Agar generator kapal dapat berfungsi maksimal, perusahaan perkapalan membutuhkan mitra yang mampu menyediakan peralatan berkualitas sekaligus layanan pemeliharaan jangka panjang. Praktik terbaik yang direkomendasikan oleh Maritime Safety Committee adalah melakukan overhaul rutin setiap 10.000 jam operasi, serta inspeksi komponen vital setiap 3.000 jam.

Gastra : Mitra Handal Energi Kapal

Sebagai perusahaan yang berkomitmen mendukung keandalan energi maritim, PT Gastra Anugerah Sejahtera hadir dengan layanan lengkap yang mencakup pengadaan dan pemeliharaan generator serta peralatan maritim lainnya.

Layanan Pengadaan

  • Instalasi & Rental Generator: Penyewaan dan pemasangan generator berkualitas tinggi, siap mendukung kebutuhan kapal dan industri.
  • Marine Diesel Equipment: Mesin diesel kapal berstandar internasional untuk kinerja optimal.
  • Safety Equipment: Perlengkapan keselamatan pelayaran sesuai regulasi IMO.
  • Wire Rope & Deck Equipment: Peralatan dek dan tali baja untuk mendukung operasional kapal.
  • Marine Lubricant & Navigation Equipment: Pelumas mesin berstandar internasional dan peralatan navigasi modern.

Layanan Pemeliharaan

  • Overhaul Mesin Kapal: Mengembalikan performa mesin ke kondisi prima.
  • Perbaikan Struktur: Penanganan detail pada bagian dalam dan luar kapal.
  • Penggantian Engine/Part (Mechanical & Electrical): Dengan spare part berkualitas.
  • Welding & Replating: Pengelasan dan pelapisan ulang sesuai standar industri.

Dengan kombinasi produk unggulan dan layanan pemeliharaan terintegrasi, Gastra memastikan kapal Anda selalu siap menghadapi tantangan laut lepas dengan energi yang andal dan aman.

Keandalan energi di laut bukan hanya soal kelistrikan, melainkan menyangkut keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan industri maritim. Generator kapal menjadi pilar utama dalam menjawab tantangan tersebut. Dengan dukungan mitra terpercaya seperti PT Gastra Anugerah Sejahtera, setiap pelayaran dapat berjalan lancar, aman, dan efisien.