berita industri

SEASTOCK Mobile

Marine Coating Tools: Peralatan Utama dalam Proses Pengecatan Kapal

Melakukan pengecatan kapal dengan coating maritim bukan hanya sekadar menyemprot cat di permukaan lambung. Ada rangkaian peralatan teknis yang sangat krusial agar lapisan cat bertahan lama, melekat dengan baik, dan memberikan proteksi maksimal terhadap korosi laut. Berikut ulasan tentang tool (alat) utama dalam proses marine coating serta fungsi dan praktik terbaiknya.

Persiapan Permukaan (Surface Preparation Tools)

Sebelum mengecat kapal, permukaan logam harus benar-benar bersih dari karat, cat lama, garam, dan kontaminan lain agar coating dapat menempel optimal. Salah satu alat paling penting di tahap ini adalah sandblaster. Metode sandblasting menggunakan media abrasif bertekanan tinggi untuk “mengikis” kerak karat dan cat lama sehingga menghasilkan profil permukaan ideal.

Untuk menghasilkan pembersihan tingkat tinggi, standar seperti SA 2.5 (near white metal) sering digunakan oleh aplikator marine coating sebelum pengecatan ulang.

Selain sandblaster, needle gun scaler juga menjadi alat alternatif untuk menghilangkan karat dan cat lama pada area yang sulit dengan tepat. Needle gun menggunakan jarum-jarum logam kecil yang memukul permukaan berulang kali untuk mengikis kontaminan.

Alat Aplikasi Cat (Coating Application Tools)

Setelah permukaan bersih, tahap berikutnya adalah menerapkan cat dengan alat yang tepat:

  • Airless Spray Gun sangat umum digunakan untuk marine coating karena dapat menyemprot cat berkepadatan tinggi dan viskositas tinggi dengan efisiensi tinggi.
  • Roller dan kuas kadang digunakan untuk area kecil, sudut, atau untuk lapisan priming yang memerlukan kontrol manual lebih.
  • Dalam beberapa proyek, teknologi thermal spray atau HVLP (High Volume Low Pressure) bisa dipakai, terutama untuk lapisan pelindung khusus seperti zinc inorganic atau pelapis keramik di struktur kapal.

Pemilihan perlengkapan aplikasi sangat bergantung pada jenis cat (misalnya epoxy, polyurethane), viskositas, dan area kapal yang akan dicat.

Alat Ukur dan Verifikasi (Inspection Tools)

Setelah cat diterapkan, penting untuk mengecek kualitas lapisan dan akurasinya menggunakan alat inspeksi:

  • Coating Thickness Gauge digunakan untuk mengukur ketebalan lapisan cat (film). Alat ini memastikan bahwa dry film thickness (DFT) sesuai dengan spesifikasi produsen cat dan persyaratan teknis.
  • Adhesion Test Equipment dapat dipakai untuk menguji daya rekat antara cat dan logam dasar.
  • Holiday Detector (Spark Tester) sering dipakai untuk mendeteksi adanya celah (void) atau kegagalan lapisan cat yang tak terlihat secara visual, terutama di struktur kritis yang butuh proteksi maksimal.

Alat Perlindungan dan Keamanan

Karena proses pengecatan kapal melibatkan bahan berbahaya dan debu dari blasting, penggunaan alat keselamatan sangat penting. Beberapa perlengkapan wajib antara lain:

  • Respirator / Masker khusus untuk melindungi dari inhalasi debu abrasif atau uap cat.
  • Pelindung tubuh (coverall), sarung tangan, dan sepatu safety.
  • Ventilasi di ruang kerja agar aliran udara menjaga keamanan pekerja dan mencegah penumpukan uap cat berbahaya.
  • Containment system (misalnya tarp atau plastik) untuk mengisolasi area pengecatan agar debu blasting dan tetesan cat tidak menyebar sembarangan.

Praktik Terbaik Penggunaan Alat Coating

Untuk mendapatkan hasil coating yang optimal:

  • Gunakan blast media dan tekanan blasting yang tepat agar profil permukaan sesuai untuk adhesi.
  • Pilih spray gun dan nozzle sesuai dengan jenis cat dan viscosity-nya agar hasil semprot rata dan efisien.
  • Lakukan pengukuran ketebalan cat secara rutin menggunakan gauge, agar tidak under-coated atau over-coated.
  • Setelah pengecatan, lakukan curing (pengeringan) sesuai spesifikasi cat agar lapisan mencapai kekuatan maksimal.
  • Simpan alat seperti spray gun dan gauge dengan baik setelah digunakan agar presisinya tetap terjaga.

Manfaat Penggunaan Alat yang Tepat

Dengan menggunakan tool marine coating yang sesuai dan memadai:

  • Coating dapat diaplikasikan dengan kualitas tinggi, menjamin adhesi dan daya tahan.
  • Risiko kegagalan cat seperti blister, delaminasi, atau korosi bisa diminimalkan.
  • Pekerjaan pengecatan menjadi lebih efisien dalam waktu dan penggunaan bahan.
  • Keamanan kru lebih terjaga karena perlindungan debu dan uap cat telah diatur dengan baik.

Peralatan marine coating adalah fondasi dari proses pengecatan kapal yang andal, tahan lama, dan aman. Dari sandblaster, needle gun, hingga spray gun dan gauge ketebalan, tiap alat memiliki peran penting dalam rangkaian proteksi lambung kapal. Dengan menggunakan peralatan yang tepat dan mengikuti praktik terbaik, hasil pengecatan dapat memberikan perlindungan maksimal terhadap korosi laut.

Sebagai perusahaan penyedia layanan servis kapal, PT Gastra Anugerah Sejahtera siap mendukung Anda dengan fasilitas pengecatan kapal menggunakan peralatan coating profesional serta tenaga ahli berpengalaman — agar kapal Anda tetap aman, awet, dan tampil prima.

839 Marine Coating Cat Kapal Anti Karat

Perawatan Cat Kapal: Dari Surface Preparation hingga Coating Protection

Dalam operasional kapal, cat bukan hanya sekadar tampilan luar, melainkan elemen vital dalam mencegah korosi, menjaga efisiensi bahan bakar dan memperpanjang umur kapal. Tahapan dari persiapan permukaan (surface preparation) hingga pelapisan akhir dan proteksi (“coating protection”) harus dilakukan dengan benar agar sistem cat mampu bekerja optimal. Artikel ini membahas secara menyeluruh bagaimana perawatan cat kapal dilakukan—dengan pendekatan teknik, standar internasional, dan praktik terbaik industri maritim.

Pentingnya Persiapan Permukaan (Surface Preparation)

Sebelum pengaplikasian cat baru, tahapan persiapan permukaan lambung kapal adalah kunci. Jika persiapan permukaan dilakukan secara buruk, lapisan cat dapat gagal prematur, mengakibatkan korosi, peel-off dan kerugian besar. Sebagai contoh, dokumen dari Nippon Paint Marine menyebut bahwa “surface preparation is essential for the success of any coating scheme” karena kontaminan seperti oli, grease atau kerak mill scale langsung mempengaruhi adhesi cat.

Beberapa poin penting dalam persiapan permukaan:

  • Permukaan harus bersih dari minyak, grease, debu, garam dan kerak logam.
  • Standar internasional seperti ISO 8501‑1 (visual assessment of surface cleanliness) dan SSPC/NACE dipakai untuk mengukur kualitas persiapan.
  • Teknik yang umum digunakan antara lain sand-/abrasive-blasting, power-tool cleaning, high-pressure water jetting.
  • Kondisi lingkungan saat pelapisan (suhu, kelembapan, titik embun) harus diperhatikan agar cat tidak gagal karena curing yang tidak optimal.

Dengan persiapan yang baik, maka fondasi untuk sistem cat yang tahan lama telah terbentuk.

Sistem Coating: Pemilihan Cat dan Lapisan Pelindung

Setelah permukaan siap, pemilihan sistem coating yang tepat menjadi tahap berikutnya. Industri maritim menggunakan berbagai jenis cat pelindung dengan tujuan seperti anti-korosi, anti-fouling, atau pengurangan hambatan air. Sebuah artikel dari ShipUniverse menyebut bahwa terdapat “24 different types of hull coatings” yang masing-masing memiliki keunggulan dan biaya berbeda. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih sistem coating:

  • Kondisi operasi kapal (air laut tropis vs dingin, area sedimentasi tinggi vs rendah).
  • Tipe surface (lambung bawah air, top-side, boot-top) yang akan menentukan jenis cat (primer, mid-coat, finish, antifouling). Contoh: penelitian menjelaskan bahwa di dry-docking, bagian bawah kapal mendapat dua lapis primer dan dua lapis finish, kemudian satu lapis antifouling.
  • Standar regulasi seperti IMO PSPC (Performance Standard for Protective Coatings) yang mewajibkan cat untuk tangki ballast, ruang muat dan bagian lain kapal agar tahan korosi hingga target umur guna.
  • Ketebalan dry film yang harus dicapai (DFT – Dry Film Thickness), jumlah lapisan, metode aplikasi (spray, roller, brush) dan dokumentasi yang kuat.

Sistem coating yang tepat dan aplikasi yang terkontrol menghadirkan proteksi yang maksimal terhadap korosi dan fouling.

Proteksi Jangka Panjang dan Pemeliharaan Cat

Setelah cat diaplikasikan, perawatan cat secara rutin adalah elemen yang sering diabaikan namun krusial agar cat mempertahankan fungsinya sepanjang operasi kapal. Beberapa aspek pemeliharaan:

  • Inspeksi berkala terhadap kondisi cat: cari tanda-tanda seperti holiday (area lapisan cat terputus), under-thickness, over-thickness, delaminasi atau blistering. Dokumen dari ABS Guidance Notes menyebut kegagalan cat seperti “holiday” dapat menyebabkan korosi cepat.
  • Perbaikan (repair) cat: bagian yang rusak harus dilakukan surface preparation ulang dan aplikasi cat ulang sesuai standar.
  • Pencatatan Coating Technical File (CTF) yang memuat detail sistem cat, jenis lapisan, aplikasi, hasil inspeksi dan histori pemeliharaan.
  • Pilihan cat tahan fouling dan cat anti-korosi generasi terbaru: misalnya cat silica-based, nanopartikel perak, sistem pelapis anti-growth—menurut ShipUniverse ini menjadi tren untuk kapal yang menginginkan efisiensi bahan bakar lebih tinggi.

Dengan pemeliharaan yang tepat, proteksi cat bisa memperpanjang umur lambung kapal, mengurangi biaya dry-dock dan meningkatkan efisiensi operasional.

Praktik Terbaik untuk Proper Perawatan Cat Kapal

Berikut beberapa praktik terbaik yang dapat diterapkan oleh manajemen armada dan galangan kapal:

  • Pastikan jadwal dry-dock dan re-coating direncanakan sejak awal berdasarkan kondisi kapal dan data inspeksi.
  • Gunakan kontraktor cat yang bersertifikasi dan mempunyai pengalaman dalam aplikasi sistem cat maritim sesuai standar IMO/IACS.
  • Monitor kondisi lingkungan saat aplikasi: idealnya suhu permukaan dan udara, kelembapan rendah dan permukaan kering bebas garam.
  • Lakukan inspeksi visual dan pengukuran ketebalan cat dengan alat seperti film thickness gauge secara rutin.
  • Pastikan dokumentasi lengkap (CTF) disimpan dengan baik agar audit kelaikan dan asuransi bisa dilalui tanpa hambatan.

Perawatan cat kapal yang tepat—mulai dari persiapan permukaan, pemilihan sistem coating, hingga pemeliharaan berkala—merupakan investasi penting dalam menjaga keandalan kapal dan menekan biaya jangka panjang. Dengan pemahaman teknik dan standar yang benar, armada Anda dapat menghadapi kondisi laut dengan aman dan efisien. Sebagai perusahaan servis kapal yang memahami kompleksitas sistem pelapisan kapal, PT Gastra Anugerah Sejahtera (GASTRA) siap mendukung Anda dari konsultasi hingga aplikasi dan pemeliharaan cat kapal—agar kapal Anda terlindungi maksimal dan siap berlayar dalam kondisi terbaik.

Depositphotos 327299710 stock photo experienced sailor orange overalls white

Langkah Awal Meniti Karier di Industri Service Kapal: Skill, Sertifikasi, dan Peluang

Industri perkapalan dan jasa servis kapal menawarkan peluang karier yang sangat menarik, terutama bagi mereka yang memiliki minat dan kemampuan teknis. Dengan semakin kompleksnya sistem kapal—mulai dari mesin utama, sistem kelistrikan, hingga teknologi digital—kebutuhan akan teknisi, engineer, dan profesional servis kapal pun semakin tinggi. Artikel ini akan membahas bagaimana langkah awal meniti karier di industri servis kapal, keterampilan yang harus dimiliki, sertifikasi penting, dan peluang nyata yang tersedia.

Mengapa Industri Service Kapal Menjanjikan

Setiap kapal yang beroperasi perlu dipelihara, diservis, dan diperbaiki secara rutin. Downtime mesin atau sistem kritikal bisa menyebabkan kerugian besar bagi pemilik kapal. Karena itu, ahli servis kapal sangat dicari. Selain itu, industri ini menawarkan pengalaman yang unik—kerja di lingkungan laut, galangan kapal maupun di armada.

Menurut portal karier maritim, banyak posisi teknis di kapal dan galangan menerima calon tanpa latar belakang pelayaran profesional, dengan syarat pelatihan dan sertifikasi yang tepat.

Keterampilan yang Perlu Dikembangkan

Untuk bisa memasuki bidang servis kapal, berikut beberapa keterampilan penting yang harus dikembangkan:

  • Keterampilan teknis dasar: Memahami mesin kapal, sistem propulsi, sistem kelistrikan dan hidrolik kapal. Menurut artikel pembinaan karier, teknisi kapal perlu memahami “engine room operations, digital monitoring, maintenance protocols”.
  • Soft skills: Komunikasi, kerja sama tim, kemampuan memecahkan masalah (troubleshooting) dan adaptasi terhadap kondisi kerja yang kadang menantang. Industri maritim menekankan bahwa perubahan regulasi dan teknologi menuntut tenaga kerja yang fleksibel.
  • Peningkatan teknologi: Dengan kemajuan sistem otomatisasi di kapal, keahlian dalam sistem digital, monitoring IoT dan pemeliharaan prediktif menjadi nilai tambah besar.

Sertifikasi dan Pelatihan yang Dibutuhkan

Untuk bekerja di kapal atau dalam servis kapal, sertifikasi menjadi syarat utama. Beberapa yang paling penting adalah:

  • STCW Convention (International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers): Menetapkan standar minimum pelatihan dan sertifikasi untuk awak kapal.
  • Sertifikasi lokal atau nasional dari otoritas maritim masing-masing negara—misalnya untuk teknisi kapal atau engineer.
  • Pelatihan teknis dan program sertifikasi untuk servis kapal & galangan seperti engineering maintenance, workshop welding, elektrik kapal, yang dapat diperoleh melalui lembaga pelatihan maritim.
  • Pengalaman kerja / sea time: Meski fokus servis kapal (on-shore) atau galangan, pengalaman praktis di lapangan sangat dihargai oleh pemberi kerja.

Jalur Karier Umum di Service Kapal

Bagi yang tertarik, berikut beberapa jalur karier yang bisa dipertimbangkan:

  • Teknisi Pemeliharaan Mesin (Engine Room Technician): Bertugas di mesin kapal atau galangan, memelihara mesin utama, sistem pendingin, pelumasan.
  • Teknisi Kelistrikan & Otomasi Kapal: Fokus pada sistem kelistrikan kapal, panel kontrol, sensor dan monitoring digital.
  • Superintendent Servis & Maintenance: Setelah pengalaman teknis, bisa naik ke posisi yang mengawasi tim servis kapal, merencanakan jadwal perawatan armada.
  • Inspektur/Surveyor Kapal: Dengan sertifikasi lebih lanjut, dapat bekerja di bidang inspeksi kapal, audit klasifikasi atau PSC.
  • Teknisi Galangan Kapal/Workshop: Berada di darat, bekerja di galangan kapal dalam perbaikan besar, refit, blok kapal, maintenance besar.

Peluang di Industri Service Kapal di Indonesia

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan banyak pelabuhan dan armada kapal memerlukan banyak tenaga servis kapal—baik di kapal niaga, kapal tunda, tanker, maupun galangan kapal. Para penyedia layanan servis kapal seperti galangan dan perusahaan kontraktor memerlukan teknisi yang bersertifikat dan siap kerja. Bagi fresh graduate SMK teknik mesin, elektro atau otomotif, bidang servis kapal bisa menjadi pilihan karier progresif.

Dengan pengembangan kualifikasi, peluang untuk naik jabatan juga terbuka—dari teknisi ke supervisor hingga manager maintenance. Untuk perusahaan jasa servis kapal, memberikan pelatihan internal dan sertifikasi menjadi strategi membangun tenaga kerja kompeten.

Tips Memulai Karier Anda

  • Mulailah dengan pelatihan dasar: STCW Basic, safety, dan pelatihan teknis terkait mesin, listrik kapal atau sistem kapal.
  • Sertifikasi dan dokumentasikan pengalaman Anda—catat setiap pekerjaan, proyek atau servis kapal yang dilakukan.
  • Jadilah proaktif dalam belajar teknologi terkini: IoT kapal, maintenance prediktif, otomasi. Hal ini akan membedakan Anda dari kandidat lainnya.
  • Bangun jaringan: Ikuti konferensi maritim, bergabung dengan kelompok profesional atau forum industri, agar Anda tahu tren industri dan peluang kerja.
  • Pilih perusahaan servis kapal yang memiliki reputasi baik dan memiliki program pengembangan karier profesional, lengkap dengan pelatihan dan sertifikasi.

Memulai karier di industri service kapal bisa menjadi pilihan yang sangat menjanjikan—dengan persiapan keterampilan teknis, sertifikasi yang tepat, dan sikap belajar yang aktif, Anda bisa ikut berkontribusi dalam menjaga armada kapal dunia tetap operasional. Sebagai perusahaan yang berfokus pada jasa servis kapal dan pengembangan sumber daya manusia di bidang maritim, PT Gastra Anugerah Sejahtera (GASTRA) siap mendukung Anda dengan peluang pelatihan, sertifikasi dan jalur karier yang jelas agar Anda siap meniti karier di industri service kapal.

DTCnrVzHroR4IuOS6KlG 1688556491 1200x500

Teknik Pengelasan di Galangan Kapal: Jenis, Peralatan, dan Standar Keselamatan

Pengelasan merupakan salah satu proses paling kritis dalam konstruksi dan perbaikan kapal. Di galangan kapal, kualitas pengelasan tidak hanya memengaruhi kekuatan struktur lambung kapal tetapi juga keselamatan operasional jangka panjang. Artikel ini akan membahas secara mendalam jenis-jenis teknik pengelasan yang umum digunakan di galangan kapal, peralatan penting yang digunakan, serta standar dan aspek keselamatan yang wajib dipenuhi.

Jenis-Jenis Teknik Pengelasan yang Digunakan di Galangan Kapal

Beberapa teknik pengelasan utama yang banyak diterapkan dalam konstruksi kapal antara lain:

  • Shielded Metal Arc Welding (SMAW) / elektroda terkotak: Teknik klasik yang banyak digunakan untuk pengelasan lapisan tebal, posisi sulit dan saat kerja di luar ruangan.
  • Gas Metal Arc Welding (GMAW/MIG): Menggunakan kawat elektroda yang diumpankan otomatis serta gas pelindung, cocok untuk produksi massal bagian hull atau blok kapal.
  • Flux-Cored Arc Welding (FCAW): Mirip GMAW tetapi kawat berinti flux dan bisa digunakan di lingkungan outdoor yang berangin—sering dipakai di galangan lepas pantai atau kondisi sulit.
  • Submerged Arc Welding (SAW): Digunakan untuk sambungan tebal di kapal besar; arc tertutup oleh flux sehingga penetrasi kuat dan hasil bersih.
  • Friction Stir Welding (FSW): Teknologi lebih modern terutama untuk aluminium atau panel dengan mula pengelasan minimal distorsi, meskipun belum seumum teknik arc untuk kapal baja.

Setiap teknik memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri. Misalnya, SMAW fleksibel tapi produktivitasnya lebih rendah; GMAW/FCAW lebih cepat tapi memerlukan kondisi lebih terkendali; SAW untuk tebal besar tetapi peralatan dan persiapan lebih kompleks.

Peralatan Penting dalam Pengelasan Kapal

Untuk mendukung proses pengelasan yang aman dan berkualitas, beberapa peralatan berikut wajib ada di galangan kapal:

  • Sumber listrik dan power supply (AC/DC) dengan kapasitas sesuai elektroda dan arus pengelasan yang diperlukan.
  • Mesin pengumpan kawat / feeder untuk GMAW / FCAW, serta sistem kawat elektroda dan kereta pengelasan otomatis untuk SAW.
  • Perlengkapan keamanan seperti helm pengelasan (auto-darkening), sarung tangan, pelindung kulit, serta ventilasi yang memadai untuk menghindari inhalasi asap atau debu pengelasan.
  • Posisi pengelasan dan fixture: Karena bagian kapal sering besar dan sulit diakses, diperlukan fixture pengelasan, jigs dan crane bantu agar posisi pengelasan stabil dan aman.
  • Peralatan NDT (Non-Destructive Testing): Untuk kontrol kualitas sambungan las—ultrasonic, radiographic, dye-penetrant—serta peralatan pengukuran dimensi sambungan serta dokumentasi hasil pekerjaan.

Standar & Prosedur Kualitas serta Kualifikasi Pengelas

Untuk memastikan kualitas pengelasan dan keselamatan struktur kapal, galangan harus mematuhi beberapa standar berikut:

  • Setiap pengelas (welder) harus memiliki sertifikasi yang diakui dan mengikuti prosedur pengelasan (Welding Procedure Specification / WPS) yang disetujui.
  • Prosedur pengelasan harus dikualifikasi (WPS qualification record) dan dokumen tersebut harus disimpan sebagai bukti.
  • Untuk struktur lambung kapal, standart seperti “Shipbuilding and Repair Quality Standard for Hull Structures” mensyaratkan persyaratan spesifik untuk pos pengelasan, persiapan tepi (edge preparation), pengecekan sambungan las dan toleransi bentuk.
  • Pengelasan harus dilakukan di area terlindung dari hujan, angin kencang atau kondisi cuaca ekstrem.
  • Pemantauan dan pemeriksaan kualitas sambungan las melalui NDT (ultrasonic, radiography) penting untuk mendeteksi cacat seperti porositas, undercut, incomplete fusion—yang dapat merusak integritas kapal.

Aspek Keselamatan dalam Pengelasan Kapal

Pengelasan di galangan kapal memiliki potensi risiko tinggi: kebakaran, ledakan (terutama untuk kapal minyak/kimia), paparan asap las, dan potensi kerangan sea water atau kelembapan yang mengganggu hasil las. Beberapa aspek keselamatan yang wajib diterapkan:

  • Pastikan area pengelasan bebas dari bahan mudah terbakar, sambungan listrik terlindungi dan grounding baik.
  • Ventilasi dan pengontrol asap harus terpasang—perlindungan dari fume dan gas las penting untuk kesehatan pekerja.
  • Pemakaian hot work permit untuk aktivitas las dan cutting di kapal yang telah difuel atau kontaminasi sebelum pekerjaan dilakukan.
  • Penanganan sambungan las yang masih panas: area harus dibatasi, dan bahan bakar/hidrokarbon harus dikendalikan.
  • Pelatihan untuk pengelas dan supervisor mengenai distortion control, pengaturan sekuen las, dan prosedur darurat.

Praktik Terbaik untuk Kualitas dan Efisiensi Pengelasan Galangan

Untuk mencapai hasil pengelasan yang optimal dan operasional galangan yang efisien:

  • Siapkan pre-heat dan post-heat treatment sesuai jenis material dan grosor pelat untuk menghindari crack dingin atau distorsi.
  • Gunakan teknik pengelasan yang sesuai dengan kondisi: contoh, FCAW untuk outdoor, SAW untuk material tebal di area yang bisa dikontrol.
  • Lakukan pemeriksaan dimensi sambungan secara rutin dan dokumentasikan hasilnya sebagai bagian dari manajemen kualitas.
  • Minimalkan rework dengan mengikuti WPS, melakukan test sample dan pemantauan NDT secara berkala.
  • Terapkan sistem digital welding monitoring dan pencatatan hasil las untuk meningkatkan traceability dan mempercepat inspeksi.

Pengelasan di galangan kapal bukan hanya soal menyambung dua lempengan logam—namun soal memastikan struktur kapal dapat bertahan dalam lingkungan laut yang keras dan tantangan operasional yang berat. Dengan memahami jenis-jenis teknik las, peralatan yang tepat, standar kualitas dan aspek keselamatan, galangan dan operator kapal dapat meningkatkan mutu konstruksi dan perbaikan kapal secara signifikan. Sebagai penyedia layanan servis kapal yang mengerti kompleksitas konstruksi dan pengelasan, PT Gastra Anugerah Sejahtera (GASTRA) siap membantu Anda dengan layanan maintenance, pengelasan dan kontrol kualitas—agar kapal Anda dibangun atau diperbaiki dengan standar tertinggi dan aman untuk beroperasi.