berita industri

IMG 20241210 WA0724 scaled 1 1200x500

Indonesia dan India Perkuat Kerja Sama di Bidang Maritim dan Pertahanan

Kerja sama strategis antara Indonesia dan India semakin ditingkatkan. Kedua negara sepakat mempererat kolaborasi di sektor keamanan kawasan, kemaritiman, serta pengembangan industri pertahanan.

Kesepakatan ini terjalin dalam pertemuan antara Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Chief of Defence Staff (CDS) Indian Armed Forces, General Anil Chauhan, yang berlangsung di Subden Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan apresiasi atas hubungan yang telah lama terjalin antara kedua negara.

“Indonesia dan India memiliki ikatan sejarah serta budaya yang kuat. Bagi Indonesia, India bukan sekadar sahabat tetapi saudara. Kami berharap hubungan antara kedua angkatan bersenjata terus ditingkatkan di masa depan untuk bersama-sama berkontribusi menciptakan keamanan di kawasan,” ujar Panglima TNI.

Jenderal Agus juga menyoroti kemajuan India dalam teknologi dan inovasi, terutama dalam sistem navigasi dan penentuan posisi berbasis satelit, yang dinilai membuka peluang kolaborasi baru.

Selain itu, ia juga memberikan apresiasi terhadap kemampuan industri pertahanan maritim India yang menunjukkan perkembangan signifikan.

Pertemuan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat hubungan pertahanan kedua negara. Kerja sama ini dibangun atas dasar persahabatan, saling menghormati, dan semangat kolaborasi yang saling menguntungkan, khususnya di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam pertemuan tersebut, Jenderal Agus didampingi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono, dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen Muhammad Saleh Mustafa.

Sumber : rmol.id

2024 01 30 twt OSINT philippines sierra madre second thomas shoal 21nov2023 1200x500

China Resmikan Revisi Undang-Undang Maritim Terbaru, Berlaku Mei 2026

China melalui badan legislatif tertingginya pada Selasa (28/10) resmi mengesahkan Undang-Undang (UU) Maritim yang telah diperbarui. Regulasi baru ini dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Mei 2026 mendatang.

Revisi UU tersebut disetujui dalam sesi ke-18 Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (National People’s Congress/NPC) ke-14. Regulasi ini terdiri atas 16 bab dengan total 310 pasal yang disusun untuk menyesuaikan dinamika terkini di sektor pelayaran dan perdagangan global.

Perubahan dalam undang-undang ini dilakukan dengan mengacu pada konvensi maritim internasional terbaru, serta bertujuan menyeimbangkan kepentingan berbagai pihak yang terlibat di industri maritim. UU tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pembangunan di bidang pelayaran dan perdagangan, meningkatkan perlindungan terhadap lingkungan laut, memperluas keterbukaan ekonomi, dan menegaskan posisi China sebagai kekuatan maritim dunia.

Selain itu, revisi ini turut menata ulang hak dan kewajiban para pihak dalam aktivitas maritim, sekaligus memperjelas aspek hukum terkait penggunaan catatan transportasi elektronik. Langkah ini dimaksudkan untuk menciptakan stabilitas pasar serta memberikan dasar kelembagaan bagi transformasi digital di sektor pelayaran.

Sebagai upaya memperkuat perlindungan ekologi laut, UU yang diperbarui juga memasukkan bab khusus mengenai tanggung jawab hukum atas pencemaran minyak oleh kapal. Ketentuan baru ini memperkuat kerangka hukum dalam konservasi lingkungan laut.

Dalam mendorong internasionalisasi dan pertumbuhan sektor pelayaran yang berkelanjutan, undang-undang tersebut juga menegaskan dukungan negara terhadap kerja sama internasional di bidang maritim serta pengembangan industri pelayaran yang sehat. Selain itu, beberapa pasal baru juga menyoroti penyesuaian penerapan hukum yang berkaitan dengan hubungan luar negeri.

254885ee d688 4684 858d 7ceccf0e5b07 960x500

PT. Gastra Anugerah Sejahtera dan RINA Indonesia Jalin Kerja Sama Tingkatkan Standar Kualitas dan Keselamatan

Sebagai wujud komitmen terhadap peningkatan kualitas, keselamatan, dan kompetensi sumber daya manusia di sektor perkapalan dan industri teknik. PT. Gastra Anugerah Sejahtera menjalin kerja sama strategis dengan RINA Indonesia sebagai lembaga sertifikasi internasional yang memiliki reputasi global dalam bidang standar mutu dan keselamatan industri.

Pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 22 Oktober 2025. Hal ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi PT. Gastra Anugerah Sejahtera sebagai perusahaan yang berorientasi pada standar internasional. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan Welding Procedure Specification (WPS) yang terverifikasi secara profesional, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja pengelasan (welder) sesuai dengan kode dan standar global.

Dalam kerja sama ini. Kedua pihak sepakat untuk melaksanakan sejumlah agenda strategis. Di antaranya pengembangan dan verifikasi WPS sesuai standard code internasional. Sertifikasi welder oleh RINA Class untuk berbagai tingkatan kemampuan (2G, 3G, hingga 6G), penyelenggaraan program peningkatan kompetensi tenaga kerja secara berkelanjutan. Serta penguatan sistem compliance dan quality assurance.

Direktur PT. Gastra Anugerah Sejahtera menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah nyata perusahaan untuk memastikan seluruh proses operasional memenuhi standar keselamatan dan kualitas global.

“Kami percaya bahwa investasi terbesar perusahaan bukan hanya pada peralatan. Tetapi pada kualitas sumber daya manusia dan sistem yang mendukungnya. Melalui kemitraan dengan RINA Indonesia, kami ingin memastikan setiap hasil kerja memenuhi dan melampaui ekspektasi industri dunia,” ujar Dede Saputra sebagai Direktur Utama PT Gastra Anugerah Sejahtera

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa PT. Gastra Anugerah Sejahtera akan terus mendorong inovasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja sebagai bagian dari upaya membangun daya saing industri nasional yang berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan para mitra dan klien melalui penerapan sistem kerja yang berstandar internasional, dengan menjunjung tinggi keselamatan, integritas, dan profesionalisme,” tambahnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi pondasi kuat dalam memperkuat daya saing industri nasional sekaligus menegaskan posisi PT. Gastra Anugerah Sejahtera sebagai mitra profesional yang mengedepankan kualitas, keselamatan, dan integritas dalam setiap lini pekerjaan.

Tentang PT. Gastra Anugerah Sejahtera

PT. Gastra Anugerah Sejahtera merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri maritim dan teknik. Dengan fokus pada layanan perbaikan, perawatan, serta pengelasan kapal dan struktur lepas pantai. Berlandaskan nilai-nilai keselamatan, integritas, kualitas, dan kolaborasi, Gastra berkomitmen menghadirkan layanan terbaik sesuai standar internasional.

Kapal induk AS 1200x500

Rahasia USS Nimitz: Kapal Induk AS yang Hilang dari Radar Saat Lewat Laut Indonesia

Pada pertengahan Juni 2025, publik dunia dikejutkan oleh kisah menarik dari laut Indonesia. Kapal induk raksasa milik Amerika Serikat, USS Nimitz (CVN-68), tiba-tiba menghilang dari radar sipil. Tanpa peringatan, sistem pelacak otomatisnya — yang dikenal dengan transponder AIS (Automatic Identification System) — dimatikan saat kapal berlayar di antara perairan Indonesia dan Malaysia, menuju kawasan Timur Tengah.

Tindakan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Dalam dunia operasi maritim militer, “menyembunyikan diri” merupakan bagian dari strategi pertahanan tingkat tinggi. Kapal sebesar Nimitz, yang biasanya mudah terlacak dari ribuan mil jauhnya, mampu menjadi “bayangan sunyi di samudra” hanya dengan menonaktifkan satu sistem sinyal.

Pergerakan Senyap Menuju Teluk Persia

Berdasarkan data Marine Vessel Traffic, sinyal terakhir USS Nimitz terdeteksi pada 17 Juni 2025 pukul 09.03 WIB, melaju dengan kecepatan 19 knot di jalur 313 derajat. Tak lama setelah itu, kapal induk tersebut lenyap dari peta pelacakan publik.

Arah pelayaran dan kelompok tempurnya menunjukkan pergerakan ke Teluk Persia — kawasan yang kerap menjadi titik panas geopolitik dunia. Seorang pejabat pertahanan AS mengonfirmasi kepada RIA Novosti, bahwa Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth telah memerintahkan pemindahan USS Nimitz ke bawah komando CENTCOM, wilayah operasi militer yang meliputi Timur Tengah.

“Pemindahan ini bertujuan untuk memperkuat postur pertahanan AS dan melindungi personel militer Amerika yang berada di kawasan tersebut,” ujar pejabat Pentagon, dikutip dari Reuters.

Strategi Militer yang Didukung Teknologi

Langkah ini bukan hanya pergerakan taktis, melainkan juga pamer kemampuan teknologi maritim tingkat tinggi. USS Nimitz bukan sekadar kapal perang; ia adalah ekosistem kompleks dari sistem navigasi, komunikasi terenkripsi, dan sensor pertahanan yang memungkinkan kapal ini beroperasi mandiri bahkan dalam kondisi “invisible” terhadap pemantauan publik.

Dalam laporan Fox News, Amerika Serikat juga dilaporkan meningkatkan kehadiran udara di kawasan Timur Tengah, termasuk memperpanjang masa tugas jet tempur yang sudah ditempatkan sebelumnya. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa wilayah udara Iran kini dalam kendali pengawasan penuh — sebuah pernyataan yang menegaskan kesiapan teknologi dan strategi pertahanan mereka.

Pelajaran dari Laut: Teknologi dan Kemandirian Kapal

Kisah USS Nimitz ini memberi pelajaran penting bagi dunia maritim: bahwa kekuatan laut modern tidak lagi hanya diukur dari ukuran kapal atau jumlah persenjataan, tetapi dari kemampuan sistemnya untuk beradaptasi, bersembunyi, dan tetap terhubung tanpa terlihat.

Dalam konteks industri perkapalan sipil maupun pertahanan, inovasi seperti sistem komunikasi tertutup, radar berlapis, dan kontrol energi mandiri menjadi inspirasi bagi pengembangan kapal generasi baru — termasuk di kawasan Asia Tenggara.

Kapal Induk yang Tak Pernah Padam

Sebagai catatan, USS Nimitz (CVN-68) adalah kapal induk bertenaga nuklir pertama dari kelasnya. Panjangnya mencapai lebih dari 330 meter, mampu membawa lebih dari 60 pesawat tempur, dan dapat beroperasi selama 20 tahun tanpa mengisi bahan bakar ulang. Sejak diluncurkan tahun 1972, Nimitz telah menjadi simbol ketahanan, teknologi, dan dominasi laut Amerika Serikat.

Dalam dunia yang kian terhubung dan diawasi, kemampuan untuk “menghilang” justru menjadi bentuk tertinggi dari kecanggihan teknologi. Dari lautan Indonesia hingga Teluk Persia, kisah USS Nimitz bukan sekadar operasi militer — melainkan refleksi tentang bagaimana inovasi maritim mampu mengubah strategi global.

Spesifikasi Singkat USS Nimitz

  • Panjang: ±333 meter
  • Daya: Tenaga nuklir
  • Kapasitas: >60 pesawat tempur
  • Operasional: Sejak 1975
  • Daya jelajah: Hingga 20 tahun tanpa isi ulang bahan bakar

Sumber: Suryamalang.com (21 Juni 2025)
Referensi tambahan: Reuters, RIA Novosti, Fox News, dan Tribun Medan