berita perusahaan

Docking Kapal  Definisi Jenis serta Prosesnya 1200x500

Prosedur Docking Kapal: Tahapan, Keamanan, dan Tujuan Utama

Docking kapal adalah salah satu proses paling krusial dalam siklus perawatan kapal. Meskipun kapal tampak kokoh dan selalu siap berlayar, kenyataannya setiap kapal membutuhkan perawatan berkala di dok untuk memastikan seluruh struktur bawah air, peralatan mekanis, hingga sistem keselamatannya tetap memenuhi standar internasional. Prosedur docking tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada perhitungan teknis, protokol keselamatan, dan mekanisme kerja yang telah diatur oleh badan klasifikasi seperti ABS, DNV, Lloyd’s Register, hingga pedoman keselamatan dari IMO.

Dalam dunia maritim, docking bukan hanya rutinitas. Ini adalah tahap penting yang menentukan umur teknis kapal, efisiensi operasional, hingga keamanan awak dan lingkungan. Karena itu, memahami tahapan docking secara menyeluruh menjadi hal penting, baik bagi pemilik kapal, marine engineer, maupun operator di galangan.

Tujuan Utama Docking Kapal

Sebelum memasuki detail tahapan, penting memahami terlebih dahulu mengapa proses docking dilakukan. Dalam praktik operasional, docking memiliki setidaknya tiga tujuan besar.

Pemeliharaan dan Pemeriksaan Struktur Bawah Air

Selama beroperasi, lambung kapal terus-menerus terpapar air laut, hewan laut, endapan, dan potensi korosi. Dengan docking, bagian bawah air dapat dibersihkan, diperiksa, dan diperbaiki tanpa hambatan.

Pemeriksaan Sistem Mekanis dan Keselamatan

Komponen seperti propeller, rudder, stern tube, sea chest, hingga anoda proteksi adalah elemen vital yang hanya dapat diperiksa secara menyeluruh saat kapal berada di atas dok. Ini juga mencakup inspeksi dari surveyor klasifikasi.

Memastikan Kapal Tetap Memenuhi Regulasi

Kapal wajib menjalani pemeriksaan periodik (special survey, annual survey, dry-docking survey). Tanpa docking, kapal bisa kehilangan sertifikat klasifikasi yang membuatnya tidak layak berlayar secara hukum maupun komersial.

Tahapan Docking Kapal yang Umum Dilakukan

Walaupun setiap galangan memiliki SOP masing-masing, prosedur docking pada umumnya mengikuti pola yang relatif sama. Tahapan ini dirancang untuk meminimalkan risiko kerusakan struktural dan menjamin keselamatan seluruh personel.

Persiapan Pra-Docking

Tahap awal diawali dengan koordinasi antara kapal, galangan, dan surveyor. Beberapa hal yang masuk dalam daftar pra-docking meliputi:

  • Pengukuran draft aktual kapal
    Data ini penting untuk memastikan posisi kapal saat masuk dok.
  • Pemeriksaan dok plan
    Docking plan menunjukkan titik tumpuan (keel blocks) yang harus sesuai dengan desain kapal. Ini menghindari risiko tekanan berlebih pada struktur lambung.
  • Pemberitahuan regulasi dan material yang akan dikerjakan
    Termasuk pekerjaan pengelasan, blasting, repainting, atau penggantian suku cadang.
  • Pengosongan tank tertentu
    Kapal biasanya wajib mengosongkan ballast tank tertentu untuk memastikan stabilitas saat masuk dok.

Persiapan yang matang terbukti mengurangi risiko kerusakan selama proses docking.

Masuk ke Dalam Dok (Docking Operation)

Ketika semua pemeriksaan awal selesai, proses docking dimulai. Kapal diarahkan perlahan ke dalam dok dengan bantuan tugboat atau thruster kapal. Di titik ini, komunikasi antara bridge, pilot, dan tim galangan sangat penting.

Setelah kapal berada di posisi yang tepat, air di dalam dry dock mulai dipompa keluar secara bertahap. Selama proses ini, surveyor dan tim galangan memantau apakah kapal bertumpu dengan benar pada keel blocks. Proses ini memerlukan ketelitian tinggi karena kesalahan kecil bisa menyebabkan deformasi pada struktur lambung.

Tahap Dry Docking dan Pekerjaan Perawatan

Begitu air surut sepenuhnya dan kapal “mendarat” dengan aman di atas blok dok, pekerjaan perawatan dimulai. Aktivitas umum pada tahap ini meliputi:

  • Blasting dan pembersihan lambung
    Menghilangkan marine growth, karang, dan endapan yang mengganggu efisiensi.
  • Pengecatan ulang (hull coating)
    Proses anti-fouling dan anti-corrosion coating untuk menjaga performa kapal.
  • Pemeriksaan propeller dan rudder
    Termasuk NDT (non-destructive test) jika diperlukan.
  • Penggantian anoda proteksi
    Untuk melindungi struktur dari korosi galvanik.
  • Pemeriksaan sea chest, valve, dan grill
    Bagian ini penting bagi aliran air pendingin mesin.

Surveyor klasifikasi biasanya akan memeriksa dan memberikan penilaian apakah kapal memenuhi standar atau membutuhkan tindakan tambahan.

Persiapan untuk Floating Up (Pengisian Air Kembali)

Setelah semua pekerjaan selesai, kapal dipastikan dalam kondisi aman untuk kembali mengapung. Peralatan, scaffolding, dan material yang tertinggal dibersihkan. Tim galangan lalu memasukkan air kembali ke dok secara perlahan sambil memastikan stabilitas kapal tetap terjaga.

Keluar dari Dok

Tahapan terakhir adalah ketika kapal sepenuhnya mengapung dan siap keluar dari dok. Proses ini melibatkan tugboat dan komunikasi intens antara kru kapal, pilot, dan tim dok. Setelah keluar, kapal biasanya menjalani sea trial terbatas untuk memastikan peralatan berfungsi optimal.

Prosedur Keamanan dalam Docking Kapal

Karena docking melibatkan pekerjaan berat dan penggunaan alat industri skala besar, standar keselamatan menjadi prioritas utama.

Berikut beberapa prinsip keamanan yang umum diterapkan:

  • Stabilitas kapal harus dihitung secara ketat untuk menghindari kondisi miring atau over-stress pada struktur.
  • Area kerja harus bebas dari material berbahaya, terutama saat dilakukan blasting atau pengelasan.
  • Sistem pemadam harus selalu siap, karena pekerjaan perbaikan sering melibatkan flame dan alat panas.
  • Pengawasan surveyor klasifikasi wajib dilakukan untuk memastikan prosedur sesuai standar.
  • Peralatan lifting diperiksa sebelum digunakan karena propeller atau rudder memiliki bobot yang tinggi dan berisiko menimbulkan kecelakaan.

Keamanan bukan hanya urusan galangan atau kapal, tetapi hasil kerja bersama seluruh pihak.


Manfaat Jangka Panjang dari Docking yang Tepat

Perawatan yang dilakukan secara konsisten di dry dock memberikan manfaat langsung dan tidak langsung pada operasional kapal, seperti:

  • peningkatan efisiensi bahan bakar berkat lambung yang bersih,
  • pengurangan risiko kerusakan mendadak di laut,
  • umur teknis kapal yang lebih panjang,
  • kepatuhan pada regulasi internasional,
  • nilai komersial kapal yang lebih stabil.

Dengan kata lain, docking bukan sekadar kewajiban, tetapi investasi penting untuk keberlanjutan operasional.

Docking kapal adalah proses kompleks yang melibatkan persiapan teknis, koordinasi lintas tim, dan penerapan standar keselamatan yang ketat. Mulai dari pra-docking, proses masuk dok, pekerjaan perawatan, hingga keluar dok, seluruh tahap bertujuan memastikan kapal tetap aman, efisien, dan memenuhi standar klasifikasi.

PT Gastra Anugerah Sejahtera mendukung operator kapal untuk menjaga performa armada melalui layanan perawatan mekanikal, inspeksi teknis, dan dukungan operasional yang sesuai standar industri. Dengan perawatan yang tepat, kapal Anda dapat bekerja dengan optimal dan aman di berbagai kondisi.

Fungsi rantai 1200x500

Sistem Jangkar dan Rantai: Komponen Kecil, Peran Besar di Operasional Kapal

Jika kita membahas mesin utama, sistem navigasi, dan peralatan keselamatan kapal, kebanyakan orang langsung memahami betapa pentingnya komponen tersebut dalam mendukung operasional pelayaran. Namun, ada satu sistem yang sering dianggap kecil, tetapi justru memegang peranan besar dalam keamanan dan operasional kapal: sistem jangkar dan rantai. Tanpa sistem ini, kapal tidak akan mampu berlabuh dengan aman, menjaga posisi dalam kondisi cuaca buruk, atau melakukan operasi tertentu dengan stabil.

Sistem jangkar bukan hanya sekadar besi besar yang dijatuhkan ke dasar laut. Di baliknya ada perhitungan teknis, standar internasional, dan proses maintenance yang ketat. Organisasi klasifikasi seperti ABS, DNV, dan Lloyd’s Register bahkan memiliki standar khusus untuk ukuran jangkar, panjang rantai, hingga kekuatan tarik (tensile strength) yang harus dipenuhi oleh setiap kapal.

Artikel ini membahas secara lengkap bagaimana sistem jangkar dan rantai bekerja, jenis-jenisnya, bagaimana standar internasional mengaturnya, serta pentingnya perawatan agar kapal tetap aman dan efisien.

Peran Vital Sistem Jangkar dalam Operasional Kapal

1. Menjaga Kapal Tetap Stabil saat Berlabuh

Fungsi utama jangkar tentu untuk menjaga kapal tetap berada pada posisinya saat berhenti. Baik itu ketika kapal berada di pelabuhan, menunggu antrean sandar, atau berhenti di area anchorage. Tanpa jangkar yang layak, kapal dapat bergeser oleh arus atau angin, dan berpotensi menyebabkan tabrakan atau kandas.

Menurut pedoman International Maritime Organization (IMO), sistem jangkar dirancang untuk menahan gaya dari angin hingga 48 knot pada kondisi normal. Ini menunjukkan betapa besar beban yang harus ditanggung oleh jangkar dan rantai saat operasional.

2. Alat Keselamatan dalam Kondisi Darurat

Jangkar juga digunakan saat mesin kapal mengalami gangguan. Dalam situasi darurat, kapal harus bisa mengantisipasi pergerakan liar akibat arus dan angin. Dengan menurunkan jangkar, awak kapal dapat memperlambat atau menghentikan kapal sebelum memasuki area berbahaya.

3. Mendukung Operasional Khusus

Beberapa operasi seperti pengambilan survei laut, pemadaman kebakaran dari laut, atau kegiatan maintenance kapal di offshore area membutuhkan posisi kapal yang stabil. Sistem jangkar memungkinkan kapal tetap berada di titik tertentu tanpa bergerak.

Jenis-Jenis Jangkar yang Banyak Digunakan

Secara umum, ada beberapa jenis jangkar utama yang digunakan di industri pelayaran:

1. Stockless Anchor (Jangkar Tanpa Palang)

Jenis paling umum di kapal niaga modern. Mudah dinaikkan dan diturunkan melalui hawse pipe. Desainnya yang ringkas membuatnya efisien untuk penggunaan harian.

2. Stocked Anchor

Memiliki palang horizontal sebagai penyeimbang. Dikenal memiliki daya cengkeram yang kuat di dasar berlumpur atau berpasir. Banyak digunakan pada kapal kuno atau kapal kecil tertentu.

3. High Holding Power (HHP) Anchor

Jenis jangkar yang memiliki daya cengkeram lebih besar dibanding ukuran standar. Banyak kapal tanker atau bulk carrier besar yang menggunakan tipe ini sesuai regulasi dari badan klasifikasi.

4. Super High Holding Power (SHHP) Anchor

Memiliki holding power hingga dua kali lebih kuat dari jangkar HHP. Cocok untuk kapal offshore dan kapal besar yang membutuhkan daya tahan maksimal.

Rantai Jangkar: Kecil di Mata, Besar Perannya

Material dan Kekuatan Rantai

Rantai jangkar dibuat dari baja berkekuatan tinggi (high tensile steel). Setiap “shackle” atau segmen rantai biasanya memiliki panjang 27,5 meter. Panjang total rantai ditentukan oleh regulasi klasifikasi, yang rata-rata mengharuskan kapal memiliki 8–13 shackle tergantung ukuran kapal.

Standar seperti ISO 1704 menetapkan dimensi, kelas kekuatan, dan toleransi untuk rantai jangkar. Kekuatan tarik rantai harus mampu menahan beban hingga puluhan ton — tergantung ukuran kapal dan kondisi laut.

Jenis Sambungan Rantai

Ada dua tipe utama:

  • Stud-link chain: memiliki palang di tengah tiap link untuk meningkatkan kekuatan; paling umum digunakan di kapal besar.
  • Studless chain: tanpa palang, digunakan pada beberapa operasi offshore.

Titik Kritis di Rantai Jangkar

Pada saat operasi, bagian rantai yang sering mengalami tekanan tertinggi adalah:

  • inboard length (bagian paling dekat windlass),
  • kurungan chain stopper,
  • hawse pipe area yang bergesekan saat rantai keluar-masuk.

Inilah sebabnya inspeksi perlu dilakukan rutin untuk menghindari putusnya rantai, yang bisa menyebabkan kapal drifting dan membahayakan keselamatan.

Cara Sistem Jangkar Bekerja di Lapangan

Ketika kapal menurunkan jangkar, prosesnya tidak sekadar menjatuhkan besi ke dasar laut. Kapal harus:

  1. Memilih lokasi berlabuh yang aman.
  2. Menyesuaikan heading kapal agar sejajar dengan arah angin dan arus.
  3. Menghitung panjang rantai yang dikeluarkan (scope).
    Umumnya 5–8 kali kedalaman laut.
  4. Mengatur kecepatan kapal agar rantai tidak menegang tiba-tiba.
  5. Mengecek holding status jangkar melalui bridge instrument.

Dalam cuaca buruk, jangkar bisa mengalami “dragging”. Oleh karena itu, perhitungan panjang rantai dan kondisi dasar laut sangat penting. Panduan dari OCIMF dan IMO bahkan memberikan skenario khusus untuk menghadapi kondisi angin ekstrem.

Pentingnya Perawatan dan Inspeksi Sistem Jangkar

Tidak banyak awak kapal yang menyadari bahwa sekitar 20–30% kasus drifting kapal di area berlabuh disebabkan oleh retakan atau korosi pada rantai jangkar.

Perawatan rutin meliputi:

  • pengecekan visual link rantai untuk retakan,
  • pelumasan windlass,
  • pengukuran keausan diameter rantai,
  • pengecatan ulang agar terlindungi dari korosi,
  • inspeksi brake dan chain stopper.

Organisasi klasifikasi internasional mewajibkan inspeksi berkala, terutama pada saat docking. Bila ditemukan link rantai yang menipis lebih dari 12% dari ukuran awal, link tersebut wajib diganti.

Meski terlihat sebagai komponen kecil, sistem jangkar dan rantai adalah bagian vital dalam menjaga stabilitas, keselamatan, dan efisiensi operasional kapal. Tanpa sistem yang andal, risiko kapal bergerak tak terkendali, dragging, hingga kecelakaan besar bisa meningkat. Oleh karena itu, memahami jenis jangkar, kekuatan rantai, standar klasifikasi, serta pentingnya maintenance adalah investasi penting bagi operator kapal.

PT Gastra Anugerah Sejahtera mendukung operasional kapal yang aman melalui layanan perawatan dan pengecekan sistem mekanikal kapal, termasuk ruang mesin dan komponen pendukung lainnya. Dengan perawatan optimal, kapal Anda siap bekerja pada performa terbaik di berbagai kondisi.

Depositphotos 327299710 stock photo experienced sailor orange overalls white

Langkah Awal Meniti Karier di Industri Service Kapal: Skill, Sertifikasi, dan Peluang

Industri perkapalan dan jasa servis kapal menawarkan peluang karier yang sangat menarik, terutama bagi mereka yang memiliki minat dan kemampuan teknis. Dengan semakin kompleksnya sistem kapal—mulai dari mesin utama, sistem kelistrikan, hingga teknologi digital—kebutuhan akan teknisi, engineer, dan profesional servis kapal pun semakin tinggi. Artikel ini akan membahas bagaimana langkah awal meniti karier di industri servis kapal, keterampilan yang harus dimiliki, sertifikasi penting, dan peluang nyata yang tersedia.

Mengapa Industri Service Kapal Menjanjikan

Setiap kapal yang beroperasi perlu dipelihara, diservis, dan diperbaiki secara rutin. Downtime mesin atau sistem kritikal bisa menyebabkan kerugian besar bagi pemilik kapal. Karena itu, ahli servis kapal sangat dicari. Selain itu, industri ini menawarkan pengalaman yang unik—kerja di lingkungan laut, galangan kapal maupun di armada.

Menurut portal karier maritim, banyak posisi teknis di kapal dan galangan menerima calon tanpa latar belakang pelayaran profesional, dengan syarat pelatihan dan sertifikasi yang tepat.

Keterampilan yang Perlu Dikembangkan

Untuk bisa memasuki bidang servis kapal, berikut beberapa keterampilan penting yang harus dikembangkan:

  • Keterampilan teknis dasar: Memahami mesin kapal, sistem propulsi, sistem kelistrikan dan hidrolik kapal. Menurut artikel pembinaan karier, teknisi kapal perlu memahami “engine room operations, digital monitoring, maintenance protocols”.
  • Soft skills: Komunikasi, kerja sama tim, kemampuan memecahkan masalah (troubleshooting) dan adaptasi terhadap kondisi kerja yang kadang menantang. Industri maritim menekankan bahwa perubahan regulasi dan teknologi menuntut tenaga kerja yang fleksibel.
  • Peningkatan teknologi: Dengan kemajuan sistem otomatisasi di kapal, keahlian dalam sistem digital, monitoring IoT dan pemeliharaan prediktif menjadi nilai tambah besar.

Sertifikasi dan Pelatihan yang Dibutuhkan

Untuk bekerja di kapal atau dalam servis kapal, sertifikasi menjadi syarat utama. Beberapa yang paling penting adalah:

  • STCW Convention (International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers): Menetapkan standar minimum pelatihan dan sertifikasi untuk awak kapal.
  • Sertifikasi lokal atau nasional dari otoritas maritim masing-masing negara—misalnya untuk teknisi kapal atau engineer.
  • Pelatihan teknis dan program sertifikasi untuk servis kapal & galangan seperti engineering maintenance, workshop welding, elektrik kapal, yang dapat diperoleh melalui lembaga pelatihan maritim.
  • Pengalaman kerja / sea time: Meski fokus servis kapal (on-shore) atau galangan, pengalaman praktis di lapangan sangat dihargai oleh pemberi kerja.

Jalur Karier Umum di Service Kapal

Bagi yang tertarik, berikut beberapa jalur karier yang bisa dipertimbangkan:

  • Teknisi Pemeliharaan Mesin (Engine Room Technician): Bertugas di mesin kapal atau galangan, memelihara mesin utama, sistem pendingin, pelumasan.
  • Teknisi Kelistrikan & Otomasi Kapal: Fokus pada sistem kelistrikan kapal, panel kontrol, sensor dan monitoring digital.
  • Superintendent Servis & Maintenance: Setelah pengalaman teknis, bisa naik ke posisi yang mengawasi tim servis kapal, merencanakan jadwal perawatan armada.
  • Inspektur/Surveyor Kapal: Dengan sertifikasi lebih lanjut, dapat bekerja di bidang inspeksi kapal, audit klasifikasi atau PSC.
  • Teknisi Galangan Kapal/Workshop: Berada di darat, bekerja di galangan kapal dalam perbaikan besar, refit, blok kapal, maintenance besar.

Peluang di Industri Service Kapal di Indonesia

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan banyak pelabuhan dan armada kapal memerlukan banyak tenaga servis kapal—baik di kapal niaga, kapal tunda, tanker, maupun galangan kapal. Para penyedia layanan servis kapal seperti galangan dan perusahaan kontraktor memerlukan teknisi yang bersertifikat dan siap kerja. Bagi fresh graduate SMK teknik mesin, elektro atau otomotif, bidang servis kapal bisa menjadi pilihan karier progresif.

Dengan pengembangan kualifikasi, peluang untuk naik jabatan juga terbuka—dari teknisi ke supervisor hingga manager maintenance. Untuk perusahaan jasa servis kapal, memberikan pelatihan internal dan sertifikasi menjadi strategi membangun tenaga kerja kompeten.

Tips Memulai Karier Anda

  • Mulailah dengan pelatihan dasar: STCW Basic, safety, dan pelatihan teknis terkait mesin, listrik kapal atau sistem kapal.
  • Sertifikasi dan dokumentasikan pengalaman Anda—catat setiap pekerjaan, proyek atau servis kapal yang dilakukan.
  • Jadilah proaktif dalam belajar teknologi terkini: IoT kapal, maintenance prediktif, otomasi. Hal ini akan membedakan Anda dari kandidat lainnya.
  • Bangun jaringan: Ikuti konferensi maritim, bergabung dengan kelompok profesional atau forum industri, agar Anda tahu tren industri dan peluang kerja.
  • Pilih perusahaan servis kapal yang memiliki reputasi baik dan memiliki program pengembangan karier profesional, lengkap dengan pelatihan dan sertifikasi.

Memulai karier di industri service kapal bisa menjadi pilihan yang sangat menjanjikan—dengan persiapan keterampilan teknis, sertifikasi yang tepat, dan sikap belajar yang aktif, Anda bisa ikut berkontribusi dalam menjaga armada kapal dunia tetap operasional. Sebagai perusahaan yang berfokus pada jasa servis kapal dan pengembangan sumber daya manusia di bidang maritim, PT Gastra Anugerah Sejahtera (GASTRA) siap mendukung Anda dengan peluang pelatihan, sertifikasi dan jalur karier yang jelas agar Anda siap meniti karier di industri service kapal.

254885ee d688 4684 858d 7ceccf0e5b07 960x500

PT. Gastra Anugerah Sejahtera dan RINA Indonesia Jalin Kerja Sama Tingkatkan Standar Kualitas dan Keselamatan

Sebagai wujud komitmen terhadap peningkatan kualitas, keselamatan, dan kompetensi sumber daya manusia di sektor perkapalan dan industri teknik. PT. Gastra Anugerah Sejahtera menjalin kerja sama strategis dengan RINA Indonesia sebagai lembaga sertifikasi internasional yang memiliki reputasi global dalam bidang standar mutu dan keselamatan industri.

Pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 22 Oktober 2025. Hal ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi PT. Gastra Anugerah Sejahtera sebagai perusahaan yang berorientasi pada standar internasional. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan Welding Procedure Specification (WPS) yang terverifikasi secara profesional, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja pengelasan (welder) sesuai dengan kode dan standar global.

Dalam kerja sama ini. Kedua pihak sepakat untuk melaksanakan sejumlah agenda strategis. Di antaranya pengembangan dan verifikasi WPS sesuai standard code internasional. Sertifikasi welder oleh RINA Class untuk berbagai tingkatan kemampuan (2G, 3G, hingga 6G), penyelenggaraan program peningkatan kompetensi tenaga kerja secara berkelanjutan. Serta penguatan sistem compliance dan quality assurance.

Direktur PT. Gastra Anugerah Sejahtera menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah nyata perusahaan untuk memastikan seluruh proses operasional memenuhi standar keselamatan dan kualitas global.

“Kami percaya bahwa investasi terbesar perusahaan bukan hanya pada peralatan. Tetapi pada kualitas sumber daya manusia dan sistem yang mendukungnya. Melalui kemitraan dengan RINA Indonesia, kami ingin memastikan setiap hasil kerja memenuhi dan melampaui ekspektasi industri dunia,” ujar Dede Saputra sebagai Direktur Utama PT Gastra Anugerah Sejahtera

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa PT. Gastra Anugerah Sejahtera akan terus mendorong inovasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja sebagai bagian dari upaya membangun daya saing industri nasional yang berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan para mitra dan klien melalui penerapan sistem kerja yang berstandar internasional, dengan menjunjung tinggi keselamatan, integritas, dan profesionalisme,” tambahnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi pondasi kuat dalam memperkuat daya saing industri nasional sekaligus menegaskan posisi PT. Gastra Anugerah Sejahtera sebagai mitra profesional yang mengedepankan kualitas, keselamatan, dan integritas dalam setiap lini pekerjaan.

Tentang PT. Gastra Anugerah Sejahtera

PT. Gastra Anugerah Sejahtera merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri maritim dan teknik. Dengan fokus pada layanan perbaikan, perawatan, serta pengelasan kapal dan struktur lepas pantai. Berlandaskan nilai-nilai keselamatan, integritas, kualitas, dan kolaborasi, Gastra berkomitmen menghadirkan layanan terbaik sesuai standar internasional.