berita

Depositphotos 327299710 stock photo experienced sailor orange overalls white

Langkah Awal Meniti Karier di Industri Service Kapal: Skill, Sertifikasi, dan Peluang

Industri perkapalan dan jasa servis kapal menawarkan peluang karier yang sangat menarik, terutama bagi mereka yang memiliki minat dan kemampuan teknis. Dengan semakin kompleksnya sistem kapal—mulai dari mesin utama, sistem kelistrikan, hingga teknologi digital—kebutuhan akan teknisi, engineer, dan profesional servis kapal pun semakin tinggi. Artikel ini akan membahas bagaimana langkah awal meniti karier di industri servis kapal, keterampilan yang harus dimiliki, sertifikasi penting, dan peluang nyata yang tersedia.

Mengapa Industri Service Kapal Menjanjikan

Setiap kapal yang beroperasi perlu dipelihara, diservis, dan diperbaiki secara rutin. Downtime mesin atau sistem kritikal bisa menyebabkan kerugian besar bagi pemilik kapal. Karena itu, ahli servis kapal sangat dicari. Selain itu, industri ini menawarkan pengalaman yang unik—kerja di lingkungan laut, galangan kapal maupun di armada.

Menurut portal karier maritim, banyak posisi teknis di kapal dan galangan menerima calon tanpa latar belakang pelayaran profesional, dengan syarat pelatihan dan sertifikasi yang tepat.

Keterampilan yang Perlu Dikembangkan

Untuk bisa memasuki bidang servis kapal, berikut beberapa keterampilan penting yang harus dikembangkan:

  • Keterampilan teknis dasar: Memahami mesin kapal, sistem propulsi, sistem kelistrikan dan hidrolik kapal. Menurut artikel pembinaan karier, teknisi kapal perlu memahami “engine room operations, digital monitoring, maintenance protocols”.
  • Soft skills: Komunikasi, kerja sama tim, kemampuan memecahkan masalah (troubleshooting) dan adaptasi terhadap kondisi kerja yang kadang menantang. Industri maritim menekankan bahwa perubahan regulasi dan teknologi menuntut tenaga kerja yang fleksibel.
  • Peningkatan teknologi: Dengan kemajuan sistem otomatisasi di kapal, keahlian dalam sistem digital, monitoring IoT dan pemeliharaan prediktif menjadi nilai tambah besar.

Sertifikasi dan Pelatihan yang Dibutuhkan

Untuk bekerja di kapal atau dalam servis kapal, sertifikasi menjadi syarat utama. Beberapa yang paling penting adalah:

  • STCW Convention (International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers): Menetapkan standar minimum pelatihan dan sertifikasi untuk awak kapal.
  • Sertifikasi lokal atau nasional dari otoritas maritim masing-masing negara—misalnya untuk teknisi kapal atau engineer.
  • Pelatihan teknis dan program sertifikasi untuk servis kapal & galangan seperti engineering maintenance, workshop welding, elektrik kapal, yang dapat diperoleh melalui lembaga pelatihan maritim.
  • Pengalaman kerja / sea time: Meski fokus servis kapal (on-shore) atau galangan, pengalaman praktis di lapangan sangat dihargai oleh pemberi kerja.

Jalur Karier Umum di Service Kapal

Bagi yang tertarik, berikut beberapa jalur karier yang bisa dipertimbangkan:

  • Teknisi Pemeliharaan Mesin (Engine Room Technician): Bertugas di mesin kapal atau galangan, memelihara mesin utama, sistem pendingin, pelumasan.
  • Teknisi Kelistrikan & Otomasi Kapal: Fokus pada sistem kelistrikan kapal, panel kontrol, sensor dan monitoring digital.
  • Superintendent Servis & Maintenance: Setelah pengalaman teknis, bisa naik ke posisi yang mengawasi tim servis kapal, merencanakan jadwal perawatan armada.
  • Inspektur/Surveyor Kapal: Dengan sertifikasi lebih lanjut, dapat bekerja di bidang inspeksi kapal, audit klasifikasi atau PSC.
  • Teknisi Galangan Kapal/Workshop: Berada di darat, bekerja di galangan kapal dalam perbaikan besar, refit, blok kapal, maintenance besar.

Peluang di Industri Service Kapal di Indonesia

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan banyak pelabuhan dan armada kapal memerlukan banyak tenaga servis kapal—baik di kapal niaga, kapal tunda, tanker, maupun galangan kapal. Para penyedia layanan servis kapal seperti galangan dan perusahaan kontraktor memerlukan teknisi yang bersertifikat dan siap kerja. Bagi fresh graduate SMK teknik mesin, elektro atau otomotif, bidang servis kapal bisa menjadi pilihan karier progresif.

Dengan pengembangan kualifikasi, peluang untuk naik jabatan juga terbuka—dari teknisi ke supervisor hingga manager maintenance. Untuk perusahaan jasa servis kapal, memberikan pelatihan internal dan sertifikasi menjadi strategi membangun tenaga kerja kompeten.

Tips Memulai Karier Anda

  • Mulailah dengan pelatihan dasar: STCW Basic, safety, dan pelatihan teknis terkait mesin, listrik kapal atau sistem kapal.
  • Sertifikasi dan dokumentasikan pengalaman Anda—catat setiap pekerjaan, proyek atau servis kapal yang dilakukan.
  • Jadilah proaktif dalam belajar teknologi terkini: IoT kapal, maintenance prediktif, otomasi. Hal ini akan membedakan Anda dari kandidat lainnya.
  • Bangun jaringan: Ikuti konferensi maritim, bergabung dengan kelompok profesional atau forum industri, agar Anda tahu tren industri dan peluang kerja.
  • Pilih perusahaan servis kapal yang memiliki reputasi baik dan memiliki program pengembangan karier profesional, lengkap dengan pelatihan dan sertifikasi.

Memulai karier di industri service kapal bisa menjadi pilihan yang sangat menjanjikan—dengan persiapan keterampilan teknis, sertifikasi yang tepat, dan sikap belajar yang aktif, Anda bisa ikut berkontribusi dalam menjaga armada kapal dunia tetap operasional. Sebagai perusahaan yang berfokus pada jasa servis kapal dan pengembangan sumber daya manusia di bidang maritim, PT Gastra Anugerah Sejahtera (GASTRA) siap mendukung Anda dengan peluang pelatihan, sertifikasi dan jalur karier yang jelas agar Anda siap meniti karier di industri service kapal.

DTCnrVzHroR4IuOS6KlG 1688556491 1200x500

Teknik Pengelasan di Galangan Kapal: Jenis, Peralatan, dan Standar Keselamatan

Pengelasan merupakan salah satu proses paling kritis dalam konstruksi dan perbaikan kapal. Di galangan kapal, kualitas pengelasan tidak hanya memengaruhi kekuatan struktur lambung kapal tetapi juga keselamatan operasional jangka panjang. Artikel ini akan membahas secara mendalam jenis-jenis teknik pengelasan yang umum digunakan di galangan kapal, peralatan penting yang digunakan, serta standar dan aspek keselamatan yang wajib dipenuhi.

Jenis-Jenis Teknik Pengelasan yang Digunakan di Galangan Kapal

Beberapa teknik pengelasan utama yang banyak diterapkan dalam konstruksi kapal antara lain:

  • Shielded Metal Arc Welding (SMAW) / elektroda terkotak: Teknik klasik yang banyak digunakan untuk pengelasan lapisan tebal, posisi sulit dan saat kerja di luar ruangan.
  • Gas Metal Arc Welding (GMAW/MIG): Menggunakan kawat elektroda yang diumpankan otomatis serta gas pelindung, cocok untuk produksi massal bagian hull atau blok kapal.
  • Flux-Cored Arc Welding (FCAW): Mirip GMAW tetapi kawat berinti flux dan bisa digunakan di lingkungan outdoor yang berangin—sering dipakai di galangan lepas pantai atau kondisi sulit.
  • Submerged Arc Welding (SAW): Digunakan untuk sambungan tebal di kapal besar; arc tertutup oleh flux sehingga penetrasi kuat dan hasil bersih.
  • Friction Stir Welding (FSW): Teknologi lebih modern terutama untuk aluminium atau panel dengan mula pengelasan minimal distorsi, meskipun belum seumum teknik arc untuk kapal baja.

Setiap teknik memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri. Misalnya, SMAW fleksibel tapi produktivitasnya lebih rendah; GMAW/FCAW lebih cepat tapi memerlukan kondisi lebih terkendali; SAW untuk tebal besar tetapi peralatan dan persiapan lebih kompleks.

Peralatan Penting dalam Pengelasan Kapal

Untuk mendukung proses pengelasan yang aman dan berkualitas, beberapa peralatan berikut wajib ada di galangan kapal:

  • Sumber listrik dan power supply (AC/DC) dengan kapasitas sesuai elektroda dan arus pengelasan yang diperlukan.
  • Mesin pengumpan kawat / feeder untuk GMAW / FCAW, serta sistem kawat elektroda dan kereta pengelasan otomatis untuk SAW.
  • Perlengkapan keamanan seperti helm pengelasan (auto-darkening), sarung tangan, pelindung kulit, serta ventilasi yang memadai untuk menghindari inhalasi asap atau debu pengelasan.
  • Posisi pengelasan dan fixture: Karena bagian kapal sering besar dan sulit diakses, diperlukan fixture pengelasan, jigs dan crane bantu agar posisi pengelasan stabil dan aman.
  • Peralatan NDT (Non-Destructive Testing): Untuk kontrol kualitas sambungan las—ultrasonic, radiographic, dye-penetrant—serta peralatan pengukuran dimensi sambungan serta dokumentasi hasil pekerjaan.

Standar & Prosedur Kualitas serta Kualifikasi Pengelas

Untuk memastikan kualitas pengelasan dan keselamatan struktur kapal, galangan harus mematuhi beberapa standar berikut:

  • Setiap pengelas (welder) harus memiliki sertifikasi yang diakui dan mengikuti prosedur pengelasan (Welding Procedure Specification / WPS) yang disetujui.
  • Prosedur pengelasan harus dikualifikasi (WPS qualification record) dan dokumen tersebut harus disimpan sebagai bukti.
  • Untuk struktur lambung kapal, standart seperti “Shipbuilding and Repair Quality Standard for Hull Structures” mensyaratkan persyaratan spesifik untuk pos pengelasan, persiapan tepi (edge preparation), pengecekan sambungan las dan toleransi bentuk.
  • Pengelasan harus dilakukan di area terlindung dari hujan, angin kencang atau kondisi cuaca ekstrem.
  • Pemantauan dan pemeriksaan kualitas sambungan las melalui NDT (ultrasonic, radiography) penting untuk mendeteksi cacat seperti porositas, undercut, incomplete fusion—yang dapat merusak integritas kapal.

Aspek Keselamatan dalam Pengelasan Kapal

Pengelasan di galangan kapal memiliki potensi risiko tinggi: kebakaran, ledakan (terutama untuk kapal minyak/kimia), paparan asap las, dan potensi kerangan sea water atau kelembapan yang mengganggu hasil las. Beberapa aspek keselamatan yang wajib diterapkan:

  • Pastikan area pengelasan bebas dari bahan mudah terbakar, sambungan listrik terlindungi dan grounding baik.
  • Ventilasi dan pengontrol asap harus terpasang—perlindungan dari fume dan gas las penting untuk kesehatan pekerja.
  • Pemakaian hot work permit untuk aktivitas las dan cutting di kapal yang telah difuel atau kontaminasi sebelum pekerjaan dilakukan.
  • Penanganan sambungan las yang masih panas: area harus dibatasi, dan bahan bakar/hidrokarbon harus dikendalikan.
  • Pelatihan untuk pengelas dan supervisor mengenai distortion control, pengaturan sekuen las, dan prosedur darurat.

Praktik Terbaik untuk Kualitas dan Efisiensi Pengelasan Galangan

Untuk mencapai hasil pengelasan yang optimal dan operasional galangan yang efisien:

  • Siapkan pre-heat dan post-heat treatment sesuai jenis material dan grosor pelat untuk menghindari crack dingin atau distorsi.
  • Gunakan teknik pengelasan yang sesuai dengan kondisi: contoh, FCAW untuk outdoor, SAW untuk material tebal di area yang bisa dikontrol.
  • Lakukan pemeriksaan dimensi sambungan secara rutin dan dokumentasikan hasilnya sebagai bagian dari manajemen kualitas.
  • Minimalkan rework dengan mengikuti WPS, melakukan test sample dan pemantauan NDT secara berkala.
  • Terapkan sistem digital welding monitoring dan pencatatan hasil las untuk meningkatkan traceability dan mempercepat inspeksi.

Pengelasan di galangan kapal bukan hanya soal menyambung dua lempengan logam—namun soal memastikan struktur kapal dapat bertahan dalam lingkungan laut yang keras dan tantangan operasional yang berat. Dengan memahami jenis-jenis teknik las, peralatan yang tepat, standar kualitas dan aspek keselamatan, galangan dan operator kapal dapat meningkatkan mutu konstruksi dan perbaikan kapal secara signifikan. Sebagai penyedia layanan servis kapal yang mengerti kompleksitas konstruksi dan pengelasan, PT Gastra Anugerah Sejahtera (GASTRA) siap membantu Anda dengan layanan maintenance, pengelasan dan kontrol kualitas—agar kapal Anda dibangun atau diperbaiki dengan standar tertinggi dan aman untuk beroperasi.

IMG 20241210 WA0724 scaled 1 1200x500

Indonesia dan India Perkuat Kerja Sama di Bidang Maritim dan Pertahanan

Kerja sama strategis antara Indonesia dan India semakin ditingkatkan. Kedua negara sepakat mempererat kolaborasi di sektor keamanan kawasan, kemaritiman, serta pengembangan industri pertahanan.

Kesepakatan ini terjalin dalam pertemuan antara Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Chief of Defence Staff (CDS) Indian Armed Forces, General Anil Chauhan, yang berlangsung di Subden Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan apresiasi atas hubungan yang telah lama terjalin antara kedua negara.

“Indonesia dan India memiliki ikatan sejarah serta budaya yang kuat. Bagi Indonesia, India bukan sekadar sahabat tetapi saudara. Kami berharap hubungan antara kedua angkatan bersenjata terus ditingkatkan di masa depan untuk bersama-sama berkontribusi menciptakan keamanan di kawasan,” ujar Panglima TNI.

Jenderal Agus juga menyoroti kemajuan India dalam teknologi dan inovasi, terutama dalam sistem navigasi dan penentuan posisi berbasis satelit, yang dinilai membuka peluang kolaborasi baru.

Selain itu, ia juga memberikan apresiasi terhadap kemampuan industri pertahanan maritim India yang menunjukkan perkembangan signifikan.

Pertemuan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat hubungan pertahanan kedua negara. Kerja sama ini dibangun atas dasar persahabatan, saling menghormati, dan semangat kolaborasi yang saling menguntungkan, khususnya di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam pertemuan tersebut, Jenderal Agus didampingi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono, dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen Muhammad Saleh Mustafa.

Sumber : rmol.id

2024 01 30 twt OSINT philippines sierra madre second thomas shoal 21nov2023 1200x500

China Resmikan Revisi Undang-Undang Maritim Terbaru, Berlaku Mei 2026

China melalui badan legislatif tertingginya pada Selasa (28/10) resmi mengesahkan Undang-Undang (UU) Maritim yang telah diperbarui. Regulasi baru ini dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Mei 2026 mendatang.

Revisi UU tersebut disetujui dalam sesi ke-18 Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (National People’s Congress/NPC) ke-14. Regulasi ini terdiri atas 16 bab dengan total 310 pasal yang disusun untuk menyesuaikan dinamika terkini di sektor pelayaran dan perdagangan global.

Perubahan dalam undang-undang ini dilakukan dengan mengacu pada konvensi maritim internasional terbaru, serta bertujuan menyeimbangkan kepentingan berbagai pihak yang terlibat di industri maritim. UU tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pembangunan di bidang pelayaran dan perdagangan, meningkatkan perlindungan terhadap lingkungan laut, memperluas keterbukaan ekonomi, dan menegaskan posisi China sebagai kekuatan maritim dunia.

Selain itu, revisi ini turut menata ulang hak dan kewajiban para pihak dalam aktivitas maritim, sekaligus memperjelas aspek hukum terkait penggunaan catatan transportasi elektronik. Langkah ini dimaksudkan untuk menciptakan stabilitas pasar serta memberikan dasar kelembagaan bagi transformasi digital di sektor pelayaran.

Sebagai upaya memperkuat perlindungan ekologi laut, UU yang diperbarui juga memasukkan bab khusus mengenai tanggung jawab hukum atas pencemaran minyak oleh kapal. Ketentuan baru ini memperkuat kerangka hukum dalam konservasi lingkungan laut.

Dalam mendorong internasionalisasi dan pertumbuhan sektor pelayaran yang berkelanjutan, undang-undang tersebut juga menegaskan dukungan negara terhadap kerja sama internasional di bidang maritim serta pengembangan industri pelayaran yang sehat. Selain itu, beberapa pasal baru juga menyoroti penyesuaian penerapan hukum yang berkaitan dengan hubungan luar negeri.