info_gastra

2024 01 30 twt OSINT philippines sierra madre second thomas shoal 21nov2023 1200x500

China Resmikan Revisi Undang-Undang Maritim Terbaru, Berlaku Mei 2026

China melalui badan legislatif tertingginya pada Selasa (28/10) resmi mengesahkan Undang-Undang (UU) Maritim yang telah diperbarui. Regulasi baru ini dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Mei 2026 mendatang.

Revisi UU tersebut disetujui dalam sesi ke-18 Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (National People’s Congress/NPC) ke-14. Regulasi ini terdiri atas 16 bab dengan total 310 pasal yang disusun untuk menyesuaikan dinamika terkini di sektor pelayaran dan perdagangan global.

Perubahan dalam undang-undang ini dilakukan dengan mengacu pada konvensi maritim internasional terbaru, serta bertujuan menyeimbangkan kepentingan berbagai pihak yang terlibat di industri maritim. UU tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pembangunan di bidang pelayaran dan perdagangan, meningkatkan perlindungan terhadap lingkungan laut, memperluas keterbukaan ekonomi, dan menegaskan posisi China sebagai kekuatan maritim dunia.

Selain itu, revisi ini turut menata ulang hak dan kewajiban para pihak dalam aktivitas maritim, sekaligus memperjelas aspek hukum terkait penggunaan catatan transportasi elektronik. Langkah ini dimaksudkan untuk menciptakan stabilitas pasar serta memberikan dasar kelembagaan bagi transformasi digital di sektor pelayaran.

Sebagai upaya memperkuat perlindungan ekologi laut, UU yang diperbarui juga memasukkan bab khusus mengenai tanggung jawab hukum atas pencemaran minyak oleh kapal. Ketentuan baru ini memperkuat kerangka hukum dalam konservasi lingkungan laut.

Dalam mendorong internasionalisasi dan pertumbuhan sektor pelayaran yang berkelanjutan, undang-undang tersebut juga menegaskan dukungan negara terhadap kerja sama internasional di bidang maritim serta pengembangan industri pelayaran yang sehat. Selain itu, beberapa pasal baru juga menyoroti penyesuaian penerapan hukum yang berkaitan dengan hubungan luar negeri.

254885ee d688 4684 858d 7ceccf0e5b07 960x500

PT. Gastra Anugerah Sejahtera dan RINA Indonesia Jalin Kerja Sama Tingkatkan Standar Kualitas dan Keselamatan

Sebagai wujud komitmen terhadap peningkatan kualitas, keselamatan, dan kompetensi sumber daya manusia di sektor perkapalan dan industri teknik. PT. Gastra Anugerah Sejahtera menjalin kerja sama strategis dengan RINA Indonesia sebagai lembaga sertifikasi internasional yang memiliki reputasi global dalam bidang standar mutu dan keselamatan industri.

Pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 22 Oktober 2025. Hal ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi PT. Gastra Anugerah Sejahtera sebagai perusahaan yang berorientasi pada standar internasional. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan Welding Procedure Specification (WPS) yang terverifikasi secara profesional, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja pengelasan (welder) sesuai dengan kode dan standar global.

Dalam kerja sama ini. Kedua pihak sepakat untuk melaksanakan sejumlah agenda strategis. Di antaranya pengembangan dan verifikasi WPS sesuai standard code internasional. Sertifikasi welder oleh RINA Class untuk berbagai tingkatan kemampuan (2G, 3G, hingga 6G), penyelenggaraan program peningkatan kompetensi tenaga kerja secara berkelanjutan. Serta penguatan sistem compliance dan quality assurance.

Direktur PT. Gastra Anugerah Sejahtera menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah nyata perusahaan untuk memastikan seluruh proses operasional memenuhi standar keselamatan dan kualitas global.

“Kami percaya bahwa investasi terbesar perusahaan bukan hanya pada peralatan. Tetapi pada kualitas sumber daya manusia dan sistem yang mendukungnya. Melalui kemitraan dengan RINA Indonesia, kami ingin memastikan setiap hasil kerja memenuhi dan melampaui ekspektasi industri dunia,” ujar Dede Saputra sebagai Direktur Utama PT Gastra Anugerah Sejahtera

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa PT. Gastra Anugerah Sejahtera akan terus mendorong inovasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja sebagai bagian dari upaya membangun daya saing industri nasional yang berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan para mitra dan klien melalui penerapan sistem kerja yang berstandar internasional, dengan menjunjung tinggi keselamatan, integritas, dan profesionalisme,” tambahnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi pondasi kuat dalam memperkuat daya saing industri nasional sekaligus menegaskan posisi PT. Gastra Anugerah Sejahtera sebagai mitra profesional yang mengedepankan kualitas, keselamatan, dan integritas dalam setiap lini pekerjaan.

Tentang PT. Gastra Anugerah Sejahtera

PT. Gastra Anugerah Sejahtera merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri maritim dan teknik. Dengan fokus pada layanan perbaikan, perawatan, serta pengelasan kapal dan struktur lepas pantai. Berlandaskan nilai-nilai keselamatan, integritas, kualitas, dan kolaborasi, Gastra berkomitmen menghadirkan layanan terbaik sesuai standar internasional.

Boat fuel system

Fuel System di Kapal: Dari Tangki Hingga Ruang Mesin

Sistem bahan bakar sebuah kapal merupakan urat nadi operasional. Menjaga ketersediaan dan kualitas bahan bakar hingga ke ruang mesin adalah kunci agar kapal tetap berlayar dengan aman, efisien, dan sesuai regulasi. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana fuel system kapal bekerja. Mulai dari tangki penyimpanan (bunker tank), sistem distribusi, hingga ruang mesin (engine room) serta aspek teknis penting dan cara perawatannya.

Penyimpanan dan Tanki Bahan Bakar

Pada kapal besar, tangki bahan bakar (bunker tanks) biasanya terletak di bagian double-bottom, sisi lambung, atau deep-tanks. Sistem ini dibagi agar distribusi beban kapal seimbang dan menjaga stabilitas kapal.
Menurut penjelasan dari sumber industri, sistem bahan bakar kapal terdiri dari “fuel tank, fuel daily tank, fuel transfer pump, fuel delivery pump, fuel pipeline, control valve” dan bagian terminal lainnya.
Faktor penting pada tahap penyimpanan:

  • Ventilasi tangki agar saat pengisian dan pengosongan udara dapat masuk dan keluar tanpa tekanan berlebih.
  • Pemisahan air dan sedimen di tangki, karena bahan bakar kapal terutama heavy fuel oil (HFO) dan marine diesel oil (MDO) rentan terhadap kontaminasi air dan kotoran.
  • Sistem pelaporan level dan alarm-alarm untuk mendeteksi level minimum atau kontaminasi yang bisa membahayakan sistem.

Sistem Distribusi dan Persiapan Bahan Bakar

Dari tangki utama, bahan bakar dialirkan melalui jalur-jalur pipa ke daily service tank atau service tank, sebelum akhirnya menuju ke sistem engine room. Sistem ini mencakup berbagai komponen seperti pompa distribusi, filter, pemanas (heater), regulator viskositas, katup isolasi dan alat pengukur aliran (flow meter).

Beberapa tahapan penting :

  • Pemurnian dan filtrasi: Untuk HFO atau bahan bakar berat, pemisahan sedimen dan air dilakukan dengan centrifuge atau separator sebelum masuk ke service tank.
  • Pengaturan viskositas: Karena bahan bakar kapal seperti HFO memiliki viskositas tinggi, sistem heater dan viscometer dipakai untuk menjaga viskositas agar cocok disemprot melalui injektor.
  • Pengukuran aliran dan tekanan: Flow meter dan pressure-regulating valve menjamin bahan bakar dikirim pada tekanan dan laju yang tepat untuk engine.
  • Jalur pipa dan katup isolasi: Bagian kritikal untuk keamanan, misalnya katup tutup cepat jika terjadi kebakaran atau kebocoran.

Sistem di Ruang Mesin (Engine Room)

Setelah bahan bakar sampai ke ruang mesin, tugas selanjutnya adalah memastikan bahwa suplai bahan bakar ke sistem injeksi berlangsung secara optimal, karena kesalahan di tahap ini bisa berakibat performa turun, kerusakan mesin, atau bahkan potensi bahaya. Sistem ini mencakup:

  • Transfer pompa ke injektor: bahan bakar melalui pompa utama memiliki tekanan tinggi yang disesuaikan dengan injektor mesin.
  • Sistem injeksi: injektor yang memecah bahan bakar menjadi partikel halus agar pembakaran optimal. Tanpa injeksi tepat, efisiensi berkurang dan emisi meningkat.
  • Sirkulasi bahan bakar kembali: Beberapa sistem mengembalikan fuel ke buffer atau mixing tank untuk menjaga aliran serta menghindari starve atau udara masuk.
  • Kontrol suhu, tekanan, dan aliran: Sistem monitoring real-time sangat penting agar variabel-variabel kritikal tetap dalam rentang aman dan efisien

Risiko dan Pentingnya Perawatan Sistem Bahan Bakar

Jika salah satu bagian dari sistem fuel bermasalah, dampaknya bisa signifikan:

  • Kontaminasi bahan bakar (air/kotoran) dapat merusak injektor atau pompa bahan bakar.
  • Viskositas bahan bakar yang tidak sesuai bisa menyebabkan pembakaran tidak sempurna, efisiensi menurun dan emisi meningkat.
  • Katup tutup cepat atau sistem isolasi yang gagal bisa meningkatkan risiko kebakaran di ruang mesin/outlet tangki.
  • Pipa atau pompa yang aus dapat menyebabkan kebocoran atau aliran tidak stabil, meningkatkan downtime kapal.

Praktik Terbaik Perawatan Sistem Fuel

Untuk menjaga sistem bahan bakar kapal dalam kondisi optimal, beberapa aktivitas perawatan yang disarankan meliputi:

  • Inspeksi rutin tangki bahan bakar untuk air/sedimen, dan drainase jika perlu.
  • Pembersihan dan penggantian filter bahan bakar, separator, dan pemeliharaan pompa distribusi.
  • Kalibrasi viscometer, dan pemantauan viskositas secara berkala sebelum perjalanan.
  • Pengecekan jalur pipa, katup isolasi, dan flow meter untuk memastikan tidak ada kebocoran atau penyumbatan.
  • Monitoring performa sistem melalui parameter seperti tekanan, suhu, flow rate dan return fuel flow.
  • Pelatihan kru tentang prosedur perubahan bahan bakar (fuel change-over) terutama ketika berlaku area regulasi emisi (ECA).

Sistem bahan bakar kapal merupakan rangkaian kompleks mulai dari tangki bunker hingga injektor di ruang mesin. Dimana setiap elemen memainkan peran penting dalam memastikan mesin utama kapal beroperasi dengan maksimal, aman, dan sesuai regulasi. Dengan pemahaman struktur, mekanisme kerja, dan penerapan perawatan yang tepat, operator kapal dapat menekan risiko operasional dan meningkatkan efisiensi kapal.

Sebagai penyedia layanan servis kapal yang profesional, PT Gastra Anugerah Sejahtera (Gastra) siap mendampingi Anda dalam pemeriksaan, pemeliharaan, dan optimasi sistem bahan bakar kapal Anda. Agar armada Anda selalu siap berlayar dan performanya tetap unggul.

Standards for containers scaled 1 1200x500

Kapal Kontainer: Struktur, Kapasitas, dan Mekanisme Bongkar Muat

Industri pengiriman barang global sangat bergantung pada armada kapal kontainer. Kapal-kontainer ini tidak sekadar berfungsi sebagai sarana angkut, melainkan merupakan hasil rekayasa desain dan logistik yang kompleks agar efisien, aman, serta memenuhi tuntutan rantai pasok modern. Artikel ini akan mengulas struktur kapal kontainer, kapasitas pengangkutan, serta mekanisme bongkar muat, dengan tujuan memberikan gambaran komprehensif bagi pelaku industri maritim.

Struktur Kapal Kontainer

Sebuah kapal kontainer modern dirancang khusus untuk mengangkut kontainer standar (20-ft/40-ft) dengan efisiensi tinggi. Container ship memiliki struktur yang mencakup lambung (hull), dek utama, dan ruang muat (holds) yang dilengkapi dengan sel-cell guides untuk memandu posisi kontainer.
Beberapa elemen penting struktur meliputi:

  • Hull & keel – ramah ke laut, mendukung stabilitas dan kapasitas muatan besar.
  • Cell guides – rel vertical dalam hold yang memudahkan loading kontainer secara vertikal dan mengurangi kebutuhan lashing tradisional.
  • Deck stowage – kontainer juga ditumpuk di dek atas dan area luar hold, dengan sistem twist-locks, lashing bar dan turnbuckles untuk keamanan stack.
  • Hatch covers & hatch coamings – bagian penting dalam kapal kontainer untuk memastikan keselamatan muatan dan kemudahan akses hold.

Desain kapal kontainer sangat dipengaruhi oleh efisiensi bongkar muat dan kestabilan dalam pelayaran, sehingga setiap elemen struktur didesain dengan mempertimbangkan distribusi beban, kekuatan material, dan fleksibilitas operasi.

Kapasitas dan Ukuran

Salah satu besaran utama karakteristik kapal kontainer adalah TEU (Twenty-foot Equivalent Unit) — satuan standar untuk kontainer 20 kaki. Kapal modern kini dapat mengangkut lebih dari 24.000 TEU.
Penjelasan tambahan:

  • Sebagian besar kontainer yang diangkut adalah 40-ft (2 TEU).
  • Kapal-kapal ultra-large container vessels (ULCV) memiliki panjang mencapai sekitar 400 meter dan beam (lebar) hingga 60 meter, serta draft dalam yang besar untuk memaksimalkan muatan.

Faktor-faktor yang memengaruhi kapasitas meliputi: rute pelayaran, jenis kapal, dan infrastruktur pelabuhan yang mendukung. Struktur sel-guides dan deck stowage juga berkontribusi terhadap pemanfaatan ruang muat yang optimal.

Mekanisme Bongkar Muat

Efisiensi operasional kapal kontainer sangat bergantung pada proses bongkar muat yang cepat dan aman. Berikut mekanisme umumnya:

  1. Perencanaan Stowage (Stowage Planning): Sebelum kapal merapat, dibuat rencana posisi kontainer berdasarkan berat, ukuran, tujuan bongkar, dan pusat gravitasi kapal.
  2. Penggunaan Gantry Crane & Terminal Crane: Kontainer dipindahkan dari truk/chassis ke kapal menggunakan crane darat besar.
  3. Pemasangan Twist Locks dan Sistem Pengamanan: Setelah kontainer ditempatkan, sistem twist locks otomatis atau semi-otomatis mengunci setiap unit ke struktur kapal atau ke kontainer di bawahnya.
  4. Penumpukan dan Distribusi Beban: Kontainer berat ditempatkan di dasar stack dan di tengah kapal untuk menjaga stabilitas kapal serta keamanan muatan.
  5. Bongkar Muat Terbalik: Saat kapal tiba di pelabuhan tujuannya, proses dibalik: crane mengangkat kontainer dari kapal ke darat secara sistematis sesuai rencana bongkar.
  6. Optimalisasi Waktu di Pelabuhan: Industri saat ini memanfaatkan algoritma dan teknologi digital untuk meminimalkan dwell time kapal di pelabuhan dan mengoptimalkan siklus bongkar-muat.

Semuanya bertujuan agar kapal bisa segera melanjutkan pelayaran tanpa delay yang berbiaya tinggi.

Tantangan dan Kendala Operasional

Meski kapal kontainer didesain untuk efisiensi, terdapat sejumlah tantangan seperti:

  • Penyeimbangan beban yang salah dapat menyebabkan kapal berguling atau mengalami kondisi unsafe.
  • Infrastruktur pelabuhan yang belum mendukung kapal ukuran besar (draft, crane reach, yard space) dapat memperlambat proses bongkar muat.
  • Variasi ukuran kontainer dan kebutuhan khusus seperti reefer (pendingin) memerlukan perhatian logistik tambahan.
  • Persaingan skala besar dan biaya tetap tinggi dalam industri kontainer menjadikan efisiensi operasional sebagai kunci profitabilitas.

Kapal kontainer adalah pilar utama perdagangan global modern, memahami struktur, kapasitas, dan mekanisme bongkar muatnya adalah kunci bagi pelaku industri maritim untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Sebagai perusahaan yang berpengalaman dalam layanan servis kapal dan pemeliharaan armada, PT Gastra Anugerah Sejahtera (GASTRA) siap membantu Anda memastikan kapal kontainer Anda dalam kondisi terbaik untuk operasional optimal dan pelayaran tanpa hambatan.