Perawatan Deck Equipment: Winch, Crane, dan Capstan

W7 1

Peralatan geladak atau deck equipment seperti winch, crane, dan capstan memegang peran vital dalam operasi kapal. Ketiganya digunakan untuk aktivitas seperti tambat kapal (mooring), bongkar muat kargo, hingga operasi penarikan dan penambatan jangkar. Karena fungsinya yang intens dan krusial, perawatan rutin terhadap deck equipment menjadi salah satu aspek terpenting dalam menjaga keandalan operasional kapal dan keselamatan kerja di atas dek.

Artikel ini akan membahas secara komprehensif fungsi utama, potensi kerusakan, serta langkah teknis dalam perawatan winch, crane, dan capstan berdasarkan standar IMO, ABS, dan praktik terbaik di industri maritim.

Fungsi Utama Deck Equipment

  • Winch (Towing/Mooring Winch)
    Winch berfungsi sebagai alat penggulung tali atau rantai untuk keperluan penarikan kapal, jangkar, atau tali tambat. Digerakkan secara hidrolik atau elektrik, winch modern dilengkapi sistem kontrol otomatis untuk menjaga tegangan tali saat manuver kapal di pelabuhan.
  • Crane (Deck Crane atau Provision Crane)
    Crane digunakan untuk mengangkat dan memindahkan muatan, perbekalan, serta peralatan berat di kapal. Pada kapal kargo dan kapal offshore, crane menjadi peralatan utama yang harus selalu siap pakai, terutama di area yang tidak memiliki fasilitas pelabuhan lengkap.
  • Capstan
    Capstan adalah alat bantu tambat vertikal yang berfungsi menggulung tali atau rantai dengan daya torsi tinggi. Alat ini biasa digunakan bersamaan dengan mooring winch untuk memastikan proses tambat berjalan aman dan stabil.

Risiko Kerusakan dan Dampak Operasional

Kerusakan pada deck equipment dapat berdampak besar terhadap operasional kapal. Beberapa risiko yang umum terjadi antara lain:

  • Overheating pada motor winch akibat beban berlebih atau kurangnya pelumasan.
  • Kebocoran pada sistem hidrolik crane, menyebabkan berkurangnya tekanan dan daya angkat.
  • Ausnya drum dan wire rope karena gesekan dan korosi air laut.
  • Kegagalan rem (brake system) pada capstan yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja serius.

Laporan dari Marine Insight (2023) menyebutkan bahwa 30–40% kecelakaan kerja di atas kapal terjadi karena kegagalan mekanis pada peralatan dek, terutama saat operasi bongkar muat dan mooring. Oleh karena itu, inspeksi dan perawatan preventif menjadi hal mutlak.

Langkah Teknis Perawatan Deck Equipment

Berikut adalah beberapa langkah teknis yang direkomendasikan oleh American Bureau of Shipping (ABS) dan International Maritime Organization (IMO) dalam perawatan winch, crane, dan capstan.

1. Pemeriksaan Harian (Daily Check)

  • Periksa kondisi wire rope, rantai, dan drum dari tanda-tanda aus atau korosi.
  • Pastikan tidak ada kebocoran pada sistem hidrolik atau oli pelumas.
  • Lakukan tes fungsi brake system sebelum operasi dimulai.
  • Bersihkan area sekitar alat dari tumpahan minyak, garam, atau kotoran yang dapat menyebabkan karat.

2. Pemeliharaan Mingguan dan Bulanan

  • Lakukan pelumasan ulang (greasing) pada gear, bearing, dan poros penggerak.
  • Periksa ketegangan tali baja dan sistem limit switch.
  • Kalibrasi tekanan hidrolik pada crane agar sesuai spesifikasi.
  • Cat ulang bagian logam terbuka dengan cat anti-korosi jika diperlukan.

3. Perawatan Berdasarkan Jam Operasi

  • Setiap 500 jam operasi: ganti filter oli, bersihkan reservoir hidrolik, periksa kondisi segel (seal).
  • Setiap 1000 jam operasi: lakukan inspeksi non-destruktif (NDT) pada drum dan hook crane.
  • Setiap 2000 jam atau tahunan: lakukan overhaul komponen utama seperti gearbox, brake assembly, dan hydraulic pump.

4. Dokumentasi dan Pelaporan

Semua kegiatan perawatan harus dicatat dalam Deck Equipment Maintenance Record dan Engine Log Book. Catatan ini menjadi dokumen penting dalam audit keselamatan dan sertifikasi kapal.

Tips Efisiensi dan Keselamatan

  • Gunakan pelumas khusus marine-grade yang tahan terhadap air asin dan tekanan tinggi.
  • Pastikan operator memiliki sertifikat kompetensi sesuai STCW (Standards of Training, Certification and Watchkeeping).
  • Lakukan pengujian beban (load test) setiap enam bulan untuk memastikan crane dan winch mampu beroperasi sesuai kapasitas.
  • Jangan abaikan suara atau getaran abnormal, karena dapat menjadi indikasi awal kerusakan bearing atau poros penggerak.

Menurut DNV Guidelines for Lifting Appliances (2022), perawatan berbasis kondisi (condition-based maintenance) kini menjadi tren di industri maritim, di mana sensor dan sistem monitoring digital digunakan untuk mendeteksi keausan sebelum terjadi kegagalan.

Inovasi Teknologi dalam Perawatan Deck Equipment

Kapal modern kini mulai memanfaatkan sistem IoT dan remote monitoring untuk memantau kondisi hidrolik, suhu motor, dan getaran alat. Dengan data real-time, kru kapal dan perusahaan servis dapat melakukan predictive maintenance, mengurangi biaya perbaikan besar hingga 30%.

Selain itu, penggunaan coating anti-fouling dan anti-rust generasi baru pada komponen dek terbukti mampu memperpanjang usia peralatan hingga 5 tahun lebih lama.

Perawatan winch, crane, dan capstan bukan hanya tentang menjaga alat tetap berfungsi, tetapi juga memastikan keselamatan kru dan efisiensi operasional kapal. Dengan pemeliharaan terencana dan pencatatan yang baik, risiko kerusakan besar dapat diminimalkan, serta umur pakai peralatan dapat diperpanjang secara signifikan.

Sebagai perusahaan yang berpengalaman dalam layanan servis dan perawatan kapal, PT Gastra Anugerah Sejahtera (GASTRA) hadir untuk membantu memastikan semua peralatan dek Anda bekerja optimal. Dengan tim teknisi berpengalaman dan sistem kerja berbasis standar industri, Gastra siap menjadi mitra andal dalam menjaga performa kapal Anda di setiap pelayaran.

No comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *