
Sistem Jangkar dan Rantai: Komponen Kecil, Peran Besar di Operasional Kapal
Jika kita membahas mesin utama, sistem navigasi, dan peralatan keselamatan kapal, kebanyakan orang langsung memahami betapa pentingnya komponen tersebut dalam mendukung operasional pelayaran. Namun, ada satu sistem yang sering dianggap kecil, tetapi justru memegang peranan besar dalam keamanan dan operasional kapal: sistem jangkar dan rantai. Tanpa sistem ini, kapal tidak akan mampu berlabuh dengan aman, menjaga posisi dalam kondisi cuaca buruk, atau melakukan operasi tertentu dengan stabil.
Sistem jangkar bukan hanya sekadar besi besar yang dijatuhkan ke dasar laut. Di baliknya ada perhitungan teknis, standar internasional, dan proses maintenance yang ketat. Organisasi klasifikasi seperti ABS, DNV, dan Lloyd’s Register bahkan memiliki standar khusus untuk ukuran jangkar, panjang rantai, hingga kekuatan tarik (tensile strength) yang harus dipenuhi oleh setiap kapal.
Artikel ini membahas secara lengkap bagaimana sistem jangkar dan rantai bekerja, jenis-jenisnya, bagaimana standar internasional mengaturnya, serta pentingnya perawatan agar kapal tetap aman dan efisien.
Peran Vital Sistem Jangkar dalam Operasional Kapal
1. Menjaga Kapal Tetap Stabil saat Berlabuh
Fungsi utama jangkar tentu untuk menjaga kapal tetap berada pada posisinya saat berhenti. Baik itu ketika kapal berada di pelabuhan, menunggu antrean sandar, atau berhenti di area anchorage. Tanpa jangkar yang layak, kapal dapat bergeser oleh arus atau angin, dan berpotensi menyebabkan tabrakan atau kandas.
Menurut pedoman International Maritime Organization (IMO), sistem jangkar dirancang untuk menahan gaya dari angin hingga 48 knot pada kondisi normal. Ini menunjukkan betapa besar beban yang harus ditanggung oleh jangkar dan rantai saat operasional.
2. Alat Keselamatan dalam Kondisi Darurat
Jangkar juga digunakan saat mesin kapal mengalami gangguan. Dalam situasi darurat, kapal harus bisa mengantisipasi pergerakan liar akibat arus dan angin. Dengan menurunkan jangkar, awak kapal dapat memperlambat atau menghentikan kapal sebelum memasuki area berbahaya.
3. Mendukung Operasional Khusus
Beberapa operasi seperti pengambilan survei laut, pemadaman kebakaran dari laut, atau kegiatan maintenance kapal di offshore area membutuhkan posisi kapal yang stabil. Sistem jangkar memungkinkan kapal tetap berada di titik tertentu tanpa bergerak.
Jenis-Jenis Jangkar yang Banyak Digunakan
Secara umum, ada beberapa jenis jangkar utama yang digunakan di industri pelayaran:
1. Stockless Anchor (Jangkar Tanpa Palang)
Jenis paling umum di kapal niaga modern. Mudah dinaikkan dan diturunkan melalui hawse pipe. Desainnya yang ringkas membuatnya efisien untuk penggunaan harian.
2. Stocked Anchor
Memiliki palang horizontal sebagai penyeimbang. Dikenal memiliki daya cengkeram yang kuat di dasar berlumpur atau berpasir. Banyak digunakan pada kapal kuno atau kapal kecil tertentu.
3. High Holding Power (HHP) Anchor
Jenis jangkar yang memiliki daya cengkeram lebih besar dibanding ukuran standar. Banyak kapal tanker atau bulk carrier besar yang menggunakan tipe ini sesuai regulasi dari badan klasifikasi.
4. Super High Holding Power (SHHP) Anchor
Memiliki holding power hingga dua kali lebih kuat dari jangkar HHP. Cocok untuk kapal offshore dan kapal besar yang membutuhkan daya tahan maksimal.
Rantai Jangkar: Kecil di Mata, Besar Perannya
Material dan Kekuatan Rantai
Rantai jangkar dibuat dari baja berkekuatan tinggi (high tensile steel). Setiap “shackle” atau segmen rantai biasanya memiliki panjang 27,5 meter. Panjang total rantai ditentukan oleh regulasi klasifikasi, yang rata-rata mengharuskan kapal memiliki 8–13 shackle tergantung ukuran kapal.
Standar seperti ISO 1704 menetapkan dimensi, kelas kekuatan, dan toleransi untuk rantai jangkar. Kekuatan tarik rantai harus mampu menahan beban hingga puluhan ton — tergantung ukuran kapal dan kondisi laut.
Jenis Sambungan Rantai
Ada dua tipe utama:
- Stud-link chain: memiliki palang di tengah tiap link untuk meningkatkan kekuatan; paling umum digunakan di kapal besar.
- Studless chain: tanpa palang, digunakan pada beberapa operasi offshore.
Titik Kritis di Rantai Jangkar
Pada saat operasi, bagian rantai yang sering mengalami tekanan tertinggi adalah:
- inboard length (bagian paling dekat windlass),
- kurungan chain stopper,
- hawse pipe area yang bergesekan saat rantai keluar-masuk.
Inilah sebabnya inspeksi perlu dilakukan rutin untuk menghindari putusnya rantai, yang bisa menyebabkan kapal drifting dan membahayakan keselamatan.
Cara Sistem Jangkar Bekerja di Lapangan
Ketika kapal menurunkan jangkar, prosesnya tidak sekadar menjatuhkan besi ke dasar laut. Kapal harus:
- Memilih lokasi berlabuh yang aman.
- Menyesuaikan heading kapal agar sejajar dengan arah angin dan arus.
- Menghitung panjang rantai yang dikeluarkan (scope).
Umumnya 5–8 kali kedalaman laut. - Mengatur kecepatan kapal agar rantai tidak menegang tiba-tiba.
- Mengecek holding status jangkar melalui bridge instrument.
Dalam cuaca buruk, jangkar bisa mengalami “dragging”. Oleh karena itu, perhitungan panjang rantai dan kondisi dasar laut sangat penting. Panduan dari OCIMF dan IMO bahkan memberikan skenario khusus untuk menghadapi kondisi angin ekstrem.
Pentingnya Perawatan dan Inspeksi Sistem Jangkar
Tidak banyak awak kapal yang menyadari bahwa sekitar 20–30% kasus drifting kapal di area berlabuh disebabkan oleh retakan atau korosi pada rantai jangkar.
Perawatan rutin meliputi:
- pengecekan visual link rantai untuk retakan,
- pelumasan windlass,
- pengukuran keausan diameter rantai,
- pengecatan ulang agar terlindungi dari korosi,
- inspeksi brake dan chain stopper.
Organisasi klasifikasi internasional mewajibkan inspeksi berkala, terutama pada saat docking. Bila ditemukan link rantai yang menipis lebih dari 12% dari ukuran awal, link tersebut wajib diganti.
Meski terlihat sebagai komponen kecil, sistem jangkar dan rantai adalah bagian vital dalam menjaga stabilitas, keselamatan, dan efisiensi operasional kapal. Tanpa sistem yang andal, risiko kapal bergerak tak terkendali, dragging, hingga kecelakaan besar bisa meningkat. Oleh karena itu, memahami jenis jangkar, kekuatan rantai, standar klasifikasi, serta pentingnya maintenance adalah investasi penting bagi operator kapal.
PT Gastra Anugerah Sejahtera mendukung operasional kapal yang aman melalui layanan perawatan dan pengecekan sistem mekanikal kapal, termasuk ruang mesin dan komponen pendukung lainnya. Dengan perawatan optimal, kapal Anda siap bekerja pada performa terbaik di berbagai kondisi.
